Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi respons remaja terhadap tradisi dakwah mimbar di Aceh dan faktor-faktor yang mempengaruhi keterlibatan mereka. Dengan menggunakan metodologi kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk memahami pandangan remaja mengenai dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relevansi materi dakwah dengan kehidupan sehari-hari remaja sangat penting dalam menarik minat mereka. Remaja cenderung lebih tertarik pada ceramah yang membahas isu-isu sosial, pendidikan, dan tantangan yang mereka hadapi, serta lebih memilih penceramah yang mampu berinteraksi secara aktif dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Selain itu, dukungan dari kelompok sebaya terbukti meningkatkan keterlibatan remaja dalam kegiatan dakwah. Penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa banyak remaja lebih memilih mendapatkan informasi agama melalui media sosial dan platform digital lainnya, dibandingkan dengan ceramah tradisional di masjid. Temuan ini menunjukkan perlunya modernisasi dalam metode dakwah agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan minat generasi muda. Dengan demikian, penelitian ini memberikan saran praktis bagi para pendakwah dan pemimpin agama untuk mengembangkan teknik dakwah yang lebih relevan dan menarik, sehingga dapat meningkatkan partisipasi aktif remaja dalam kegiatan dakwah dan memperkuat pemahaman agama yang moderat dan toleran di Aceh.
Copyrights © 2025