ABSTRAK Nilai Pendidikan multikultural dalam kurikulum Aswaja NU diterapkan dalam tata kehidupan nyata di masyarakat dengan serangkaian sikap yang bertumpu pada karakter tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (keseimbangan),‘adalah (adil), dan amar ma’ruf nahi munkar (seruan kebaikan dan larangan kemunkaran). Sikap-sikap tersebut diimplementasikan dalam bidang aqidah, syari’ah, tasawuf, akhlaq, mu’asyarah (pergaulan) antar golongan, kehidupan bernegara, kebudayaan, dakwah, dan pendidikan itu sendiri. Latar belakang penerapan nilai pendidikan multikultural dalam kurikulum Aswaja NU antara lain faktor teologis (pesan al-Quran bahwa masyarakat terdiri dari komunitas yang beragam), sosiologis (tri ukhuwah; Islamiyah, wathoniyah, bsyariyah), historis (melanjutkan perjuangan wali songo yang sangat menghargai tradisi), moral (pengembangan moralitas kemanusiaan dalam kehidupan yang beragam), dan esensi dari kandungan pendidikan itu sendiri (humanisasi atau memanusiakan manusia dalam keberagaman). Sementara itu implikasi dari penerapan nilai-nilai multikultural dalam kurikulum Aswaja NU bagi masyarakat yang majemuk di Indonesia, antara lain: NU mengedepankan asas musyawarah (diskusi) dalam mengambil keputusan. Visi dan misi NU dalam memperjuangkan dakwah Islamiyah adalah menuju pada Islam rahmatan lil-alamin, demi kemaslahatan umat manusia. Oleh karenanya, sikap toleran menjadi bagian penting dari implikasi penerapan nilai-nilai multikultural dalam kurikulum Aswaja NU, sehingga masyarakat NU tidak ekstrim; tapi berupaya mewujudkan Islam yang penuh kasih sayang bagi semesta alam. Kata Kunci: Pendidikan, Multikultural, Kurikulum
Copyrights © 2025