Karakter akustik ruangan sangat berpengaruh pada mutu audio, khususnya di studio rekaman dan ruang pertunjukan yang butuh waktu dengung berbeda sesuai kontennya. Studio pendidikan biasanya dibuatdengan RT60 rendah agar perekaman lebih terkontrol. Sayangnya, kondisi ini bikin ruang jadi kurang fleksibel saat butuh kesan akustik seperti ruangan yang lebih besar. Penelitian ini bikin dan uji kerangka Active Acoustic pakai DSP untuk nambah persepsi gema di studio pendidikan tanpa ubah fisik ruangan. Metodenya pakai Design-Based Engineering Research: studi literatur, observasi industri, simulasi rambat suara, prototipe Max4Live, implementasi, lalu evaluasi di Studio Live Room 1 SAE Jakarta. Hasilnya, susunan mikrofon, loudspeaker, dan algoritma delay berbasis DSP bisa bikin pantulan suara yang secara persepsi terdengar seperti gema lebih panjang. Simulasi wave propagation dan ray tracing juga nunjukin pola delay sesuai posisi mikrofon-loudspeaker, bisa ciptain refleksi virtual mirip ruang lebih besar. Implementasinya di Studio Live Room 1 membuktikan sistem Active Acoustic pakai alat audio komersial+Max4Live itu solusi ekonomis untuk menambah fleksibilitas akustik studio kecil.
Copyrights © 2025