Abstark: Selaku calon guru yang profesional seharusnya dapat melihat hasil belajar siswa dari berbagai sudut kinerja psikologis yang utuh dan menyeluruh. Seorang siswa yang menempuh proses belajar, idenya ditandai oleh munculnya pengalaman-pengalaman psikologis baru yang positif. Pengalaman-pengalaman yang bersifat kejiwaan tersebut diharapkan dapat mengembangkan keanekaragaman sifat, sikap, dan kecakapan yang konstruktif, bukan kecakapan yang destruktif (merusak) Mencapai hasil belajar yang ideal, kemampuan para pendidik teristimewakan guru dalam membimbing belajar murid-muridnya amat dituntut. Jika guru dalam keadaan siap dan memiliki profesiensi (berkemampuan tinggi) dalam menunaikan kewajibannya, harapannya terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas sudah tentu akan dicapai untuk mendapatkan hasil belajar dalam bentuk perubahan harus melalui proses tertentu yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam (meliputi kondisi fisiologis, kondisi psikologis) dan dari luar individu meliputi faktor lingkungan, faktor instrumental. Pada dasarnya kecemasan merupakan hal yang wajar yang pernah terjadi oleh setiap orang. Kecemasan dapat terjadi pada setiap individu dengan gejala yang berbeda-beda. Peran seorang guru sangat penting dalam memotivasi siswa untuk menghilangkan perasaan cemas yang ada pada diri siswa. Meskipun tidak langsung hilang, setidaknya siswa sedikit termotivasi dan mengurangi perasaan takut. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kecemasan kognitif siswa SMA Negeri 2 Kabupaten Halmahera Barat kelas X diperoleh kategori kecemasan berat dan XI di kategori cemas ringan dan tingkat kecemasan kognitif siswa di SMA Negeri 2 Kabupaten Halmahera Barat kelas X di peroleh tidak ada kecemasan (0%), kecemasan ringan (20%), kecemasan sedang (32%), dan kecemasan berat (48%) sedamgkan kelas XI diperoleh Tidak ada kecemasan (normal) (4%), kecemasan ringan (12%), kecemasan sedang (44%) dan kecemasan berat (40%).
Copyrights © 2023