Bimbingan dan konseling di sekolah diselenggarakan untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik/konseli agar mampu mengaktualisasikan potensi dirinya atau mencapai perkembangan secara optimal. Semua peserta didik/konseli berhak mendapatkan layanan bimbingan dan konseling agar potensinya berkembang dan teraktualisasi secara positif. Meskipun demikian, paradigma perkembangan tidak mengabaikan layanan-layanan yang berorientasi pada pencegahan timbulnya masalah (preventif) dan pengentasan masalah (kuratif). Upaya mewujudkan potensi peserta didik/konseli menjadi kompetensi dan prestasi hidup memerlukan sistem layanan pendidikan integratif. Kompetensi hidup ditumbuhkan secara isi-mengisi atau komplementer antara guru bimbingan dan konseling atau konselor dengan guru mata pelajaran dalam satuan pendidikan. Pelayanan dan bimbingan konseling pada umumnya mengemban sejumlah fungsi. Fungsi pelayanan bimbingan dan konseling khususnya di sekolah dan di madrasah memiliki beberapa fungsi, yaitu (a) fungsi pencegahan (b) pemahaman (c) pengentasan (d) pemeliharaan (e)penyaluran (f) penyesuaian (g) pengembangan dan (h) perbaikan, serta (i)advokasi. Hasil penelitian melalui deskripsi yang terdapat di dalamnya selanjutnya diformulasikan dengan teori yang ada dan relevan untuk dapat mengetahui keadaan dari pembinaan pendidikan karakter siswa melalui bimbingan konseling di SMAN 1 Papar Kediri,yang berhubungan erat dengan pengelolaannya dalam pembinaan karakter siswa dari berbagai aspek perencanaan,pelaksanaan dan evaluasinya. Selanjutnya secara detail dan sistematis dapat di ketahui faktor–faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat pembinaan karakter siswa dan pelaksanaan pembinaan karakter siswa di SMAN 1 Papar Kediri
Copyrights © 2018