Komunikasi interpersonal jarak jauh orangtua dengan anak didasari oleh sebuah keterbukaan dengan melakukan sebuah pengungkapan diri. Pengungkapan diri merupakan peran penting dalam komunikasi interpersonal untuk keberlangsungan komunikasi. Dari pengungkapan tersebut bertujuan untuk komunikasi jarak jauh menjadi efektif, menjaga hubungan baik dan mempererat hubungan emosional, dan menambah intens komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana komunikasi interpersonal jarak jauh antara orang tua dengan anak mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan deskriptif analisis dan dalam proses pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Teknik yang digunakan dalam penentuan subjek penelitian adalah teknik purposive sampling. Hasil penelitiannya adalah komunikasi interpersonal jarak jauh orangtua dengan anak dapat terjadi dua kemungkinan, yaitu terbuka dan tertutup. Komunikasi dapat dikatakan terbuka setelah memenuhi tiga hal dalam pengungkapan diri, yaitu pengungkapan diri terkait kesamaan, pengungkapan diri terkait informasi, dan pengungkapan diri terkait perasaan. Keterbukaan komunikasi yang dilakukan membuat terbangunnya sebuah kedekatan emosional dan hubungan yang terjalin menjadi terlihat sehat. Hal ini terjadi karena orangtua dan anak mengerti satu sama lain dan bisa menyelesaikan sebuah permasalahan komunikasi jarak jauh dengan baik. Namun, terdapat beberapa kendala yang mengakibatkan komunikasi terhambat bahkan menjadi komunikasi yang tertutup.Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Orangtua dan Anak, Pengungkapan Diri
Copyrights © 2022