H Zaini bin Abdul Ghani atau populer dengan sebutan Guru Sekumpul atau Abah Guru Ijay merupakan sosok ulama kharismatik yang ada di Kalimantan Selatan. Muhibbin Guru Sekumpul tidak hanya tersebar dalam lingkup pulau Kalimantan, tetapi juga hingga ke luar negeri seperti Hadramaut, Mesir, Mekkah, Malaysia dan negara tetangga. Beliau wafat pada Maret 2005, dan hingga sekarang setiap pelaksanaan haul dilaksanakan secara besar-besaran dengan jumlah jamaah yang mencapai jutaan. Media-media lokal bahkan nasional jelang, selama dan setelah peringatan haul tidak sepi mengisi rubriknya dengan segala pemberitaan yang berkaitan dengan haul. Sebagaimana yang tergambar dalam ratusan foto dan video yang tersebar di internet. Momentum pelaksanaan haul in memberikan kenangan tersendiri bagi masyarakat Banjar, salah satunya seperti foto yang dibidik oleh Bayu Pratama S seorang wartawan Antara Kalsel pada peringatan haul Guru Sekumpul ke-14, dan diterbitkan secara online pada 9 Maret 2019 dengan judul “Haul Abah Guru Sekumpul“. Gambar tersebut merupakan produk foto jurnalistik, yang menurut penulis menarik untuk diteliti karena memiliki pemaknaan yang lebih dalam. Untuk membongkar makna ini, penulis akan menggunakan kajian analisis semiotika Roland Barthes dengan melihat level pemaknaan denotasi, konotasi dan juga mitos dari foto jurnalistik tersebut. Kata kunci : Tradisi Haul, Guru Sekumpul dan Semiotika Roland Barthes
Copyrights © 2022