Ayah sebagai single parent telah banyak dijadikan ide cerita dalam film. Film dengan tema tersebut merepresentasikan peran ayah sebagai single parent. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui potret Ayah sebagai single parent dalam film Ayah Mengapa Aku Berbeda, Tampan Tailor, dan Ayah Menyayangi Tanpa Akhir. Penelitian ini menggunakan menggunakan analisis semiotika John Fiske yang terdiri dari level realitas dan level representasi. Teori yang digunakan untuk menganalisa potret ayah sebagai single parent adalah Teori Konstruksi Realitas Sosial. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa potret ayah sebagai single parent dalam ketiga film merepresentasikan sifat-sifat maskulinitas dan feminitas. Sifat-sifat maskulinitas direpresentasikan melalui kode pakaian. Pada level representasi sifat-sifat maskulinitas direpresentasikan melalui kode kamera yang ditransmisikan melalui kode gerak tubuh, setting/lingkungan dan dialog. Sedangkan sifat-sifat feminitas direpresentasikan melalui kode kamera yang ditransmisikan melalui kode gerak tubuh, setting/lingkungan dan dialog. Asumsi teori konstruksi realitas sosial dalam ketiga film ini memunculkan internalisasi bahwa sifat-sifat maskulinitas ayah sebagai single parent merepresentasikan sosok yang tegas, kuat, berani, dan pekerja keras. Sedangkan sifat-sifat feminitas ayah sebagai single parent dalam ketiga film ini merepresentasikan sosok yang lembut dan mampu melakukan kerja domestik Kata Kunci: : Film, Ayah, Single Parent, Semiotika.
Copyrights © 2022