Pendahuluan: cerebral palsy spastic diplegi (CP) merupakan salah satu kondisi gangguan gerak pada anak dengan ciri spastik/kaku pada kedua ankle. Pola jalan jinjit atau plantar fleksi membuat peningkatan kinerja otot soleus. Dengan kondisi tersebut, anak CP akan kesulitan dalam melakukan aktivitas fungsional berjalan. Perlu diberikan rileksasi pada otot soleus untuk menurunkan tonus dan memudahkan pasien CP berjalan. Metode: penelitian ini berjenis eksperimen pada 1 kelompok, dengan jumlah sampel 10, dipilih dengan metode purposive sampling. Perlakuan berupa myofascia release otot soleus, latihan dorso fleksi ankle, latihan duduk berdiri, sepekan 2 kali selama 8 pekan (16 kali perlakuan). Alat ukur dengan GMFM (gross motor function measure) sektor D (berdiri dan berjalan) dengan nilai 0-100%, dengan analisa univariat dan bivariat SPSS. Hasil: 10 anak CP Spastik diplegia mengikuti penelitian ini dengan rerata usia 4,2 ± 0,3 tahun, 8 berjenis kelamin laki-laki dan 2 berjenis kelamin perempuan. Skor GMFM sektor D pada pra perlakuan 25,3% dan meningkat menjadi 29,8% pada paska perlakuan (p=0,000) yang berarti terdapat peningkatakan nilai GMFM. Kesimpulan: myofascia release pada otot soleus meningkatkan kemampuan berjalan pada anak CP spastic diplegia.
Copyrights © 2025