Sosis daging pada saat ini bukanlah menjadi nama baru di masyarakat. Biasanya produk ini terbuat dari campuran daging sapi dan daging ayam. Saat ini minat masyarakat Indonesia mengenai kebutuhan pangan olahan cukup tinggi karena kepraktisannya untuk menunjang gaya hidup modern yang praktis. Namun tantangannya adalah bagaimana membuat formulasi sosis daging yang sesuai dengan selera konsumen Indonesia. Di mana sensory evaluasi yang sangat diminati pasar serapan kategori pangan ini adalah menghasilkan sosis dengan tekstur yang juicy, kenyal, tidak terasa tepung dan renyah. Menurut beberapa penelitian konjac adalah salah satu bahan tambahkan pangan yang dinilai dapat meningkatkan daya serap air sehingga menghasilkan tekstur produk jadi menjadi juicy. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan formula sosis daging dengan penambahan konjac secara dry addition sebanyak 0%, 1%, 1,5% dan 2% dari total kuantiti sosis daging. Untuk penelitian yang dilakukan meliputi pengamatan mutu bahan baku konjac, uji ikat air konjac dan sensori evaluasi secara hedonic dengan 30 orang panelis terlatih. Uji stabilitas mutu sosis daging yang disimpulkan juga diperoleh dari hasil metode sensori evaluasi hedonic ini. Hasil penelitian produk sosis daging ini didapatkan produk yang stabil mutunya dengan tekstur yang juicy, kenyal, tidak keras sehingga disukai oleh panelis. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah formulasi sosis kombinasi terbaik dengan penambahan Konjac sebanyak 1,5%
Copyrights © 2025