Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
Vol. 2 No. 1 (2025): Februari - Maret 2025

PANDANGAN TOKOH MASYARAKAT TENTANG TALAK  KINAYAH  DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan  Tallo, Kota Makassar)

Muhammad Hanil (Unknown)
Erfandi. AM (Unknown)
Muh. Chiyar Hijaz (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Feb 2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pandangan tokoh masyarakat di Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, mengenai talak kinayah serta perspektif hukum Islam terhadap pandangan tersebut. Talak kinayah, sebagai salah satu bentuk talak dalam hukum Islam, memiliki karakteristik unik karena bersifat implisit dan bergantung pada niat pengucap. Sifat ambigu ini sering kali menimbulkan kebingungan dan beragam interpretasi di masyarakat, terutama dalam konteks lokal yang masih kuat dipengaruhi oleh norma-norma budaya dan tradisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini mencakup tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat yang memiliki pengalaman langsung terkait isu talak kinayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat tentang talak kinayah di Kelurahan Kaluku Bodoa masih sangat terbatas. Banyak masyarakat yang salah memahami bahwa ucapan ambigu seperti "Pergilah ke rumah orang tuamu" atau "Saya tidak mau melihatmu lagi" dapat dianggap sebagai talak jika diiringi dengan niat tertentu. Ketidaktahuan ini sering kali mengakibatkan ketidakpastian hukum dalam hubungan rumah tangga dan memicu konflik yang tidak hanya berdampak pada pasangan, tetapi juga pada anak-anak dan lingkungan sosial mereka. Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor komunikasi dalam rumah tangga, tekanan ekonomi, dan pengaruh norma budaya lokal menjadi penyebab utama terjadinya talak kinayah. Komunikasi yang buruk, terutama dalam kondisi emosional yang memuncak, sering kali memicu suami untuk mengeluarkan ucapan yang ambigu tanpa memahami konsekuensi hukumnya. Tekanan ekonomi yang tinggi juga turut memperburuk situasi, mendorong munculnya konflik yang lebih sering terjadi di keluarga dengan pendapatan rendah. Norma budaya lokal yang menempatkan otoritas suami sebagai figur utama dalam rumah tangga juga berkontribusi pada ketidakadilan yang sering dialami oleh pihak istri.  Dari perspektif hukum Islam, talak kinayah menuntut kejelasan niat sebagai syarat sahnya. Namun, minimnya edukasi hukum Islam di tingkat masyarakat lokal menyebabkan rendahnya kesadaran tentang pentingnya memahami implikasi hukum dari ucapan yang bersifat ambigu. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan edukasi yang lebih intensif, berbasis budaya lokal, dan melibatkan tokoh agama serta masyarakat untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang talak kinayah.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jicn

Publisher

Subject

Other

Description

Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu ...