Kulit merupakan organ penting yang berfungsi menerima rangsangan dari luar. Menurut Data Profil Kesehatan Indonesia 2024, penyakit kulit menduduki peringkat ketiga dari sepuluh penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan. Keterbatasan jumlah dokter spesialis kulit mengakibatkan lambatnya penanganan, sehingga diperlukan alat bantu diagnosis. Penelitian ini mengembangkan sistem Case-Based Reasoning (CBR) untuk diagnosis penyakit kulit akibat infeksi virus dan bakteri. Sistem ini bekerja dengan membandingkan gejala baru dengan kasus lama yang serupa menggunakan metode Euclidean distance untuk perhitungan jarak kedekatan. Hasil diagnosis sistem kemudian memberikan solusi pengobatan yang sesuai. Pengujian terhadap hasil diagnosis pakar menunjukkan bahwa sistem ini memiliki akurasi sebesar 90%, sehingga dapat membantu mempercepat diagnosis dan penanganan pasien penyakit kulit.
Copyrights © 2024