Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI

IMPLEMENTASI SUBDRAIN SEBAGAI TREATMENT BASEMENT DISPOSAL PADA AREA BEKAS SEDIMENT POND DI PT. BORNEO INDOBARA

Utomo, Seno Maris (Unknown)
Wicaksono, Edy (Unknown)
Norohman, Norohman (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Mar 2025

Abstract

Disposal merupakan salah satu aspek penting dalam operasional pertambangan batubara. Seiring dengan peningkatan produksi batubara di PT Borneo Indobara, diperlukan adanya perluasan area disposal sebagai aspek pendukungnya. Salah satu area yang terdampak adalah area bekas sediment pond yang akan dimanfaatkan sebagai area Disposal. Pembentukan Disposal tersebut memiliki tantangan pada bagian basement dikarenakan adanya lumpur sediment pond yang dapat berdampak pada kestabilan lereng. Disisi lain, pemindahan volume lumpur sediment pond yang banyak membutuhkan biaya loading yang besar dan waktu yang lama sementara kegiatan operasional pertambangan dituntut untuk tersedianya kapasitas disposal secara cepat. Implementasi subdrain pada area bekas sediment pond sebagai solusi untuk mengurangi tekanan air pori (Pore Pressure) pada lumpur yang berada di basement dan tubuh lereng disposal untuk menjaga kestabilan lereng. Subdrain yang dibentuk pada area disposal memiliki geometeri saluran dengan lebar atas 2 meter, lebar bawah 1 meter, dan tinggi 1 meter. Pada saluran tersebut dimasukkan material Porous (gravel) yang diselubungi dengan geotextile. Tangkapan area Pore Pressure pada penampang saluran subdrain tersebut selebar 20 m dari penampang subdrain, sehingga dibutuhkan jarak ideal antar subdrain minimal per 40 m. Dari hasil Analisa didapatkan pengaruh tekanan air pori (Pore Pressure) pada area lumpur sebesar 24 kPa untuk kondisi tanpa subdrain dan sebesar 16 kPa untuk kondisi subdrain. Dari penggunaan subdrain dengan penampang trapesium, yang memiliki lebar bawah 1 meter dan lebar atas 2 m dengan kedalaman 1 meter mampu menghasilkan discharge sebesar 2,20x10-5 m3/s. Secara teoritis, berkurangnya tekanan air pori pada material dapat meningkatkan nilai tegangan efektif dari awal 220 kPa menjadi 300 kPa. Dengan adanya peningkatan tegangan efektif mampu menaikan factor keamanan lereng disposal dari FK 1,077 menjadi FK 1,228.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

prosiding

Publisher

Subject

Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering

Description

PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak). ...