Tradisi Tumpeng Sewu di Desa Kemiren, Banyuwangi, merupakan warisan budaya yang memiliki peran penting dalam mempererat silaturahmi dan menjaga identitas Suku Osing. Namun, dengan semakin banyaknya generasi muda yang merantau, terutama remaja Osing di Malang, terdapat tantangan dalam mempertahankan pemahaman dan apresiasi terhadap nilai-nilai sosial dan budaya dari tradisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana remaja Suku Osing yang berada di Malang memandang tradisi Tumpeng Sewu sebagai Eksplorasi nilai sosial dan budaya Suku Osing, dengan menggunakan metode kualitatif dan wawancara mendalam. Adapun pengumpulan data berasal dari remaja Osing yang sedang menempuh pendidikan sarjana di Malang melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tumpeng Sewu dinilai penting sebagai sarana pelestarian nilai-nilai kebersamaan dan identitas Suku Osing. Karena tradisi Tumpeng Sewu berfungsi sebagai perekat sosial yang kuat dan alat untuk memperkuat jati diri Suku Osing, bahkan di kalangan generasi muda yang tinggal di luar daerah khususnya di Malang.
Copyrights © 2024