Latar belakang: Masalah stunting berpotensi menghambat bertumbuhnya fisik, mental serta status anak sehingga pada anak penting diberikan perhatian khusus. Anak dengan stunting memiliki potensi cukup besar jika tumbuh menjadi dewasa yang kurang sehat. Faktor penyebab yang berperan terhadap tingginya prevalensi stunting adalah faktor keluarga dan rumah tangga, makanan tambahan/komplementer yang tidak adekuat, menyusui, dan infeksi. Faktor keluarga dan rumah tangga dibagi lagi menjadi faktor maternal dan faktor lingkungan rumah. Tujuan penelitian: Untuk Mengetahui Pengaruh Faktor Resiko Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Penda Asam Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kalahien Kabupaten Barito Selatan Tahun 2023. Metode : Diesain Pienielitian yang digiunakan adalah pienielitian analitik. Rancangan pienielitian ini mienggiunakan case control. Jiumlah sampiel pada pienielitian ini adalah 160 balita, dimana untuk kasus 26 dan untuk kontrol 134. Hasil: Ada Pengaruh Umur, Paritas, Jarak kehamilan, Tinggi badan, KEK Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 0-59 Bulan Di Desa Penda Asam Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kalahien Kabupaten Barito Selatan Tahun 2023. Tidak ada pengaruh tingkat pendidikan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita 0-59 Bulan Di Desa Penda Asam Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kalahien Kabupaten Barito Selatan Tahun 2023. Simpulan: Memberikan edukasi atau penyuluhan kepada ibu yang memiliki balita dan calon ibu pada saat posyandu atau kelas ibu hamil agar balita terhindar dari stunting.
Copyrights © 2024