Studi ini menyelidiki dampak alat pengajaran berbasis Kecerdasan Buatan (AI) terhadap Pembelajaran Bahasa Inggris (ELL), dengan fokus pada efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan berbahasa, keterlibatan peserta didik, dan hasil pembelajaran secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, menggabungkan data kuantitatif dari penilaian sebelum dan sesudah tes serta survei keterlibatan peserta didik, dengan wawasan kualitatif yang diperoleh dari wawancara dan diskusi kelompok terfokus. Studi ini membandingkan dua kelompok pembelajar dewasa bahasa Inggris: satu menggunakan alat berbasis AI (misalnya, Duolingo, Babbel) dan yang lainnya mengikuti metode pembelajaran bahasa tradisional. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan berbahasa pada kelompok eksperimen, terutama dalam kosakata dan tata bahasa. Peserta didik yang menggunakan alat berbasis AI melaporkan tingkat keterlibatan, motivasi, dan kepuasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Namun, penelitian ini juga mengungkap tantangan terkait keterbatasan AI dalam mendukung keterampilan berbicara dan menulis, serta masalah teknis dengan akurasi pengenalan suara. Meskipun ada tantangan tersebut, temuan ini menunjukkan bahwa alat berbasis AI efektif dalam meningkatkan pembelajaran bahasa, terutama jika diintegrasikan ke dalam lingkungan pembelajaran campuran. Studi ini menyoroti potensi AI untuk merevolusi pendidikan bahasa sekaligus mengakui perlunya perbaikan berkelanjutan baik dalam teknologi maupun pedagogi untuk memastikan akses yang adil dan efektivitas yang maksimal. Penelitian di masa depan sebaiknya mengeksplorasi dampak jangka panjang dari alat berbasis AI dan pengaruhnya terhadap pengembangan keterampilan berbicara dan menulis pada pembelajar bahasa.
Copyrights © 2024