Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar matematika siswa kelas III sekolah dasar dan faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman mereka terhadap konsep-konsep kunci, seperti pecahan, bilangan besar, dan pengukuran. Menggunakan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari 15 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa dipengaruhi oleh pendekatan pengajaran yang monoton, minimnya penggunaan media pembelajaran konkret, dan kurikulum yang tidak kontekstual. Interaksi guru-siswa yang tidak optimal dan dominasi penilaian sumatif memperburuk kondisi ini. Penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi pembelajaran interaktif, kontekstual, dan berbasis teknologi untuk meningkatkan pemahaman siswa. Penilaian formatif juga diusulkan sebagai alat evaluasi yang mampu mendeteksi kesulitan belajar secara dini. Temuan ini menekankan perlunya reformasi sistem pendidikan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan siswa.
Copyrights © 2025