Kabupaten Gianyar menerima penghargaan sebagai World Craft City pada tahun 2019. Masalah dalam penelitian ini meliputi harga bahan baku, inovasi pemasaran produk, alat dan teknologi, serta manajemen bisnis industri. Penelitian ini menggunakan teori City Branding Hexagon yang mencakup Presence, Place, Potential, People, Pulse, dan Prerequisite. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indikator Presence untuk Kabupaten Gianyar telah terpenuhi melalui interaksi global seperti pembuatan film, prestasi internasional, dan acara internasional. Indikator Place dalam penelitian ini memiliki beberapa masalah seperti inovasi pemasaran, keterbatasan tenaga kerja, dan bahan baku. Indikator Potential dalam penelitian ini telah mampu mendukung upaya city branding sesuai dengan fasilitas dan program yang dilaksanakan oleh pemerintah. Indikator People dalam penelitian ini memiliki peran penting dalam membangun suasana interaksi antara masyarakat lokal dan wisatawan. Indikator Pulse menyajikan suasana gaya hidup perkotaan yang berbeda dari daerah lain, dan Indikator Prerequisite dalam penelitian ini mampu mendukung fasilitas lengkap untuk mendukung layanan publik. Solusi untuk penelitian ini adalah mengembangkan kebijakan yang memberikan perlindungan bagi kerajinan tangan di Kabupaten Gianyar
Copyrights © 2024