Media sosial, khususnya Twitter, telah menjadi platform utama untuk menyampaikan opini, berbagi informasi, dan mempengaruhi opini publik. Fenomena “Fufufafa” yang menjadi trending di Twitter mencerminkan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu-isu yang terkait dengan ujaran kebencian dan perilaku toxic di dunia maya. Dengan 24,85 juta pengguna aktif di Indonesia pada tahun 2023, Twitter menjadi tempat yang signifikan untuk menganalisis sentimen masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi publik terkait isu tersebut melalui analisis sentimen menggunakan metode VADER dan BERT. Hasil analisis menunjukkan distribusi sentimen dengan 409 teks positif, 207 teks negatif, dan 575 teks netral. Metode BERT dengan kombinasi batch size 8 dan 5 epochs memberikan hasil terbaik, dengan akurasi tinggi serta evaluasi metrik yang seimbang. Temuan ini mengindikasikan pentingnya parameter pelatihan yang tepat untuk meningkatkan efektivitas model analisis sentimen. Penelitian ini memberikan wawasan opini masyarakat di media sosial, yang dapat dimanfaatkan untuk memahami isu-isu sosial dan membangun strategi komunikasi yang lebih baik di dunia digital.
Copyrights © 2025