Posisi duduk saat melakukan perkuliahan dengan posisi statis dan tidak ergonomis selama 5-6 hari dengan durasi kurang lebih 8 jam dalam waktu yang lama dapat menimbulkan permasalahan seperti keluhan pada bagian leher. Problematika fisioterapi yang sering terjadi pada otot upper trapezius yaitu spasme yang menyebabkan keterbatasan range of motion (ROM). Dry needling merupakan salah satu intervensi untuk nyeri dengan teknik menusukkan jarum ke dalam kulit untuk menstimulasi myofascial trigger point, otot-otot, ligamen, tendon, fasia subkutan, jaringan parut, jaringan sekitar saraf perifer, ikatan neuromuskular, dan jaringan penyangga sebagai manajemen dari gangguan neuromuskular. Intervensi dry needling merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan lingkup gerak sendi setelah dilakukan penusukan.Desain penelitian ini adalah pre eksperimental dengan one group pre-post test design dengan jumlah sampel sebanyak 15 subjek yang berasal dari mahasiswa tingkat akhir Program Studi Fisioterapi angkatan 2019, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Teknologi, Universitas Binawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dalam pemberian intervensi dry needling terhadap perubahan lingkup gerak ekstensi dan lateral fleksi sendi leher P = 0,001. Intervensi dry needling dapat memberikan pengaruh perubahan lingkup gerak ekstensi dan lateral fleksi sendi leher.
Copyrights © 2025