Dunia konstruksi dalam memasuki Era Revolusi 4.0, dimana semua kebutuhan pengembangan teknologi pada industri konstruksi secara terus menerus. Building Information Modelling (BIM) merupakan representasi digital yang lagi banyak digunakan saat ini, dimana hal ini diperkuat dengan adanya Peraturan Pemerintah No. 16 tahun 2021 dengan mewajibkan penggunaan BIM dalam pembangunan konstruksi di Indonesia. Namun dalam penerapan BIM masih terbatas dan tidak semua jasa konstruksi menerapkannya, dikarenakan masih banyak kendala-kendala yang terjadi terutama pada konsultan manajemen konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan BIM pada konsultan manajemen konstruksi dan apa saja faktor pendorong dan penghambatnya. Sumber data penelitian ini adalah kuesioner yang telah diisi para praktisi BIM di konsultan manajemen konstruksi. Kemudian diolah menggunakan Regresi Linear Berganda dengan Program SPSS 25. Penerapan BIM diukur dari fungsi BIM, maturity BIM dan LOD BIM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan BIM di konsultan manajemen konstruksi sudah baik dan faktor yang paling pengaruh dalam penerapan BIM adalah karakteristik eksternal dan karakteristik BIM, namun untuk faktor yang menjadi penghambat dalam penerapan BIM adalah variabel bisnis, variabel teknologi dan variabel individu.
Copyrights © 2024