Tulisan ini mengkaji ayat-ayat yang sekilas dan secara tekstual diduga saling bertentangan atau terkesan indikasi adanya kontradiktif. Terlepas dari berbagai argumentasi yang menafikan adanya kontradiktif di dalam Al-Qur’an, secara riil apabila berbicara ujaran atau redaksinya tidak dapat berpaling dari ayat atau surah yang mengindikasikan, atau mengesankan adanya kontradiktif di dalamnya. Terutama sekali terhadap permasalahan-permasalahan yang secara tersurat telah teridentifikasi oleh Ibnu ‘Ashur (1393 H./1973 M.) di beberapa ayat antar ayat atau surah antar surah. Riset ini melihat tema-tema yang sering dianggap bertentangan antara satu ayat dengan ayat yang lain seperti agama, safaat di akhirat, ahlak (sikap orang yang dizalimi), kadar takwa kepada Allah swt., pertanggungjawaban perbuatan dosa ketika hidup, dan lama waktu tempuh malaikat ketika menghadap Allah. Riset ini berkesimpulam bahwa Menurut Ibnu ‘Asyur ayat-ayat kontradiktif dengan jalan keluar atau solusi (problem solving) atas kesan-kesan bertentangan dan diselesaikannya dengan menggunakan analisis metode kompromi. Riset ini sepakat bahwa tuduhan adanya pertentangan dalam ayat-ayat Al-Qur’an muncul dari kalangan pemula dalam mempelajari Al-Qur’an dan tafsirnya ketika ingin menyingkap understanding and meaning-nya, baik dari kalangan Islam itu sendiri ataupun dari luar Islam seperti Orientalis.
Copyrights © 2021