Fenomena banjir bandang terjadi di wilayah sekitar daerah-daerah aliran sungai yang muaranya terdapat di pesisir barat Kabupaten Sukabumi yaitu DAS Ci Solok, Ci Maja, dan Ci Sukawayana karena memiliki kondisi kelerengan yang kontras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wilayah bahaya dan kerentanan terhadap banjir bandang. Konsep kerentanan ditinjau dari aspek keterpaparan, sensitivitas, dan kapasitas adaptif. Kerentanan wilayah terhadap banjir bandang dikaji secara spasial dan dilakukan pembobotan dengan menggunakan metode AHP atas daerah terlanda, penggunaan tanah, kepadatan penduduk, wilayah ketinggian, penduduk usia rentan, kualitas bangunan, keberadaan vegetasi, tingkat pendidikan, dan sosialisasi mitigasi. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa karakteristik banjir bandang sangat mempengaruhi tingkat bahaya banjir bandang. Wilayah dengan kelas kerentanan rendah dan sedang memiliki tingkat keterpaparan dan tingkat kapasitas adaptif yang cenderung berimbang. Sedangkan kelas kerentanan tinggi memiliki tingkat sensitifitas dan tingkat kapasitas adaptif yang berimbang.
Copyrights © 2015