Sobirin
Departemen Geografi, FMIPA UI, Kampus UI Depok 16424

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kerentanan wilayah terhadap banjir bandang di Pesisir Barat Kabupaten Sukabumi Ratih Utami Khairana; Sobirin; Tuty Handayani
Jurnal Geosains Terapan Vol 1 No 2 (2015): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena banjir bandang terjadi di wilayah sekitar daerah-daerah aliran sungai yang muaranya terdapat di pesisir barat Kabupaten Sukabumi yaitu DAS Ci Solok, Ci Maja, dan Ci Sukawayana karena memiliki kondisi kelerengan yang kontras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wilayah bahaya dan kerentanan terhadap banjir bandang. Konsep kerentanan ditinjau dari aspek keterpaparan, sensitivitas, dan kapasitas adaptif. Kerentanan wilayah terhadap banjir bandang dikaji secara spasial dan dilakukan pembobotan dengan menggunakan metode AHP atas daerah terlanda, penggunaan tanah, kepadatan penduduk, wilayah ketinggian, penduduk usia rentan, kualitas bangunan, keberadaan vegetasi, tingkat pendidikan, dan sosialisasi mitigasi. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa karakteristik banjir bandang sangat mempengaruhi tingkat bahaya banjir bandang. Wilayah dengan kelas kerentanan rendah dan sedang memiliki tingkat keterpaparan dan tingkat kapasitas adaptif yang cenderung berimbang. Sedangkan kelas kerentanan tinggi memiliki tingkat sensitifitas dan tingkat kapasitas adaptif yang berimbang.
Kerentanan wilayah terhadap tsunami di Pantai Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Novida Dara Rezita; Sobirin; Supriatna
Jurnal Geosains Terapan Vol 2 No 4 (2016): Jurnal Geosains Terapan
Publisher : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kerentanan wilayah terhadap tsunami berdasarkan aspek keterpaparan, sensitivitas dan ketahanan. Daerah penelitian adalah Pantai Ujunggenteng yang memiliki topografi ketingggian 0 – 56 mdpl, pantai cenderung landai dan pantai berbentuk teluk yang mempunyai potensi wilayah rayapan gelombang tsunami. Metode penelitian yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) dan analisis berbasis grid. Untuk menjawab pertanyaan penelitian, dilakukan survei lapang, wawancara, dan pengumpulan data baik primer ataupun sekunder. Data tersebut diolah menggunakan software Microsoft Excel dan software pengolahan Arc GIS 10.1 agar didapatkan hasil akhir yaitu peta kerentanan. Peta kerentanan wilayah terhadap tsunami dibuat dengan teknik overlay dan pembobotan AHP. Kerentanan wilayah terhadap tsunami di daerah penelitian menggunakan metode AHP didominasi oleh kelas kerentanan tinggi. Kerentanan wilayah tinggi terdapat pada sepanjang pesisir pantai bagian selatan dan beberapa di pesisir pantai barat daerah penelitian dengan jumlah grid 336 atau berkisar 60% dari seluruh jumlah grid. Kerentanan wilayah sedang terdapat pada bagian tengah, timur dan beberapa di pesisir barat daerah penelitian dengan jumlah grid 197 atau berkisar 35% dari seluruh jumlah grid. Sedangkan kerentanan wilayah rendah terdapat dibagian utara dan beberapa di tengah daerah penelitian dengan jumlah grid 25 atau berkisar 5% dari seluruh jumlah grid.