Seiring dengan proses perubahan paradigma pembangunan dari model top down menuju model bottom up, peranan masyarakat lokal menjadi semakin penting dalam berbagai tahapan proses pembangunan. Pemahaman yang mendalam tentang sumberdaya lokal utamanya komunitas lokal yang antara lain mencakup pola hubungan dan jaringan kerja sama yang lebih dikenal secara luas sebagai modal sosial (social capital) merupakan suatu kebutuhan yang mendasar dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.Pemanfaatan sumberdaya sosial secara optimal akan mendukung peningkatan efektivitas program pembagunan pedesaan. Hal ini tidak hanya memacu pertumbuhan ekonomi, namun juga sebagai penyangga dan pemelihara solidaritas sosial dan daya ikat masyarakat lokal. Pada akhirnya akan mendukung model pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan dan lingkungannya.Pemahaman yang komprehensif tentang sumberdaya social capital memungkinkan perencana pembangunan untuk mengidentifikasi secara tepat akan potensi sisi positif dan negatif. Hal ini sangat penting ketika merumuskan strategi penguatan sisi positif dan menekan sisi negatif potensi social capital dalam pembangunan masyarakat pedesaan.Dukungan dan penguatan terhadap pola jaringan dan kerjasama masyarakat yang semakin terbuka (inclusive) seperti tercermin dalam pergeseran dari dimensi bonding menuju bridging dan linking memungkinkan masyakat lokal untuk memperluas dan memperkuat berbagai aspek kerjasama.
Copyrights © 2008