Al-Qur’an merupakan sumber inspirasi tanpa henti, berbagai disiplin keilmuan telah lahir dari padanya, baik ditinjau dari sisi tata letak penempatan, sisi kata atau kalimat yang terpasang lebih jauh lagi dari sisi kandungan yang tertera. Tidak dipungkiri lagi fakta sejarah telah mencatat dari peristiwa arbiter antara dua kubu besar Ali b. Abi Thalib dan Mu’awiyah memunculkan diskusi panjang lebar, memunculkan berbagai faham, aliran atau sekte-sekte yang telah ada dan berkembang. Bahkan ketika ia membicarakan kemukjizatan, kewalian (jika bukan sosok Nabi) serta kedudukan (maqam) dari hamba Allah yang layak menyandang predikat wali Allah swt. Ketika dikembalikan (merujuk) pada al Qur’an al Karim. Salah satu ‘Ulama (cendekiawan) muslim yang mencoba menawarkan konsep maqamat dan kewaliaan tanpa meninggalkan sumber inspirasi pertama adalah Ibn Taimiyah, Ibn Taimiyah adalah seorang pemikir yang hadir setelah pemikiran di dunia Islam mengalami banyak perkembangan. Ia hidup saat dunia Islam mengalami kemunduran. Keadaan tersebut rupanya membentuk Ibn Taimiyah menjadi seorang pemikir yang berusaha menjawab perrmasalahan yang ada. Pemikirannya meliputi berbagai bidang kajian agama, di antaranya aqidah, syari’ah dan tasawuf. Dalam tulisan ini dibahas tentang biografi Ibn Taimiyyah, karya-karyanya, maqamat, dan masalah wali.
Copyrights © 2018