cover
Contact Name
Kusroni
Contact Email
Jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Phone
+628563459899
Journal Mail Official
jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kedinding Lor 30 Surabaya 60129
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal KACA
ISSN : 23525890     EISSN : 25976664     DOI : https://doi.org/10.36781
KACA (Karunia Cahaya Allah) : Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin diterbitkan oleh Jurusan Ushuluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah Surabaya. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Tafsir, Hadis, Tasawuf, Pemikiran Islam, dan kajian Islam lainnya. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Februari-Agustus. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1 (satu) spasi pada kertas ukuran B5 dengan panjang tulisan antara 15-25 halaman, 5000-7000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 115 Documents
Konsep Taubat dalam Al Qur'an Miftahus Surur
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 8 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v8i2.3012

Abstract

Manusia, yang merupakan perpaduan dari dua unsur utama (nafsu dan akal), tidak mungkin bisa luput dari kesalahan sepanjang hidupnya. Allah SWT, dengan rahmat-Nya, memberikan jalan keluar bagi manusia saat terlanjur melakukan suatu kesalahan, yaitu taubat, agar bisa kembali ke jalan yang benar. Perintah bertaubat disebutkan berkali-kali oleh al-Qur’an, sebagian berbentuk komunikasi langsung, sebagian lagi berbentuk narasi (cerita). Beberapa ayat menjelaskan tentang taubat yang diterima oleh Allah SWT. dan sebagian yang lain menegaskan taubat yang tidak diterima. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti ayat-ayat al-Qur’an yang berkenaan dengan taubat. Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman yang utuh tentang konsep taubat perspektif al-Qur’an. Penelitian ini dilakukan dengan metode induktif, yaitu mengamati semua ayat-ayat tentang taubat dari berbagai macam literatur tafsir – untuk mendapatkan kesimpulan umum yang komprehensif. Hasilnya adalah bahwa – berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an – taubat tersusun dari empat unsur penting, yaitu penyesalan, segera menghentikan maksiat, memohon ampunan, dan tekad kuat untuk tidak mengulangi lagi di masa depan. Dari ayat-ayat yang lain penulis berhasil menyaring dua syarat taubat, yaitu taubat harus segera dilakukan dalam waktu dekat dalam arti yang sebenar-benarnya (tidak boleh ditunda-tunda) dan harus disertai meningkatkan amal-amal saleh.
Tasawuf di Antara Relasi dan Relevansi: (Kajian Tentang Hubungan Keterkaitan dan Keterikatan Antara Ilmu Tasawuf dan Ilmu-Ilmu Keislaman Lain) Ahmad Syatori
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 8 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v8i2.3017

Abstract

Kajian ilmiah ini didalamnya memuat berbagai ulasan tentang penjelasan seputar ruang lingkup ilmu tasawuf dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Dalam uraian pembahasannya tidak hanya membahas tentang satu sisi atau satu hal saja dari ilmu tasawuf, akan tetapi juga membahas tentang berbagai sisi dan hal lain yang ada hubungan keterkaitan dan keterikatan dengan ilmu tasawuf. Paradigma tasawuf dalam kajiannya tidak bisa terlepas dari sudut pandang yang ada dalam kajian keislaman lainnya. Di mana sudut pandang tasawuf orientasinya lebih menitik beratkan pada sisi dimensi dalam dari nilai-nilai ajaran Islam secara substantive dan esensial, sedangkan sudut pandang keislaman lainnya secara umum lebih menitik beratkan pada bentuk-bentuk sisi dimensi keilmuan secara lahir. Namun demikian, secara prinsip antara sisi dan sudut pandang yang berbeda tersebut tetap memiliki hubungan relasi dan kedekatan antara keterkaiatan dan keterikatan yang saling mengikat antara dengan yang lain. Oleh sebab itu, dalam memahami ilmu tasawuf dapat difahami dengan berbagai pendekatan dan sudut pandang yang luas sesuai dengan relevansi yang ada dalam kaca mata keilmuan.
Moralitas Intelektual dalam Perspektif Fiqh al-Hadith Mohamad Anang Firdaus
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 8 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v8i2.3015

Abstract

Artikel ini akan meneliti keautentikan hadith tentang moralitas intelektual yang terkandung dalam hadith Musa-Khidir dengan metode penelitian takhrij al-hadith dan i’tibar al-sanad. Dengan cara takhrij al-hadith bi al-lafdz dengan menelusuri lafadz atau salah satu kata dari matan hadith dengan menggunakan kitab al-Mu’jam al-Mufahras li Al-fadz al-Hadith al-Nabawi karya Dr. A.J. Wensinck yang dirujukkan ke dalam Sembilan kitab hadith. Serta takhrij al-hadith bi al-maudlu’ dengan cara menelusuri hadith dari topik-topik permasalahan dengan menggunakan kitab Miftah Kunuz al-Sunnah karya Dr. A. J. Wensinck yang dirujukkan ke dalam empat belas kitab hadith. Takhrij hadith yang akan penulis lakukan adalah takhrij hadith bi al-lafdz, yaitu ungkapan pertanyaan Bani Israil kepada Nabi Musa هَلْ تَعْلَمُ أَحَدًا أَعْلَمُ مِنْكَ, namun hadith tersebut juga ditemukan dalam kitab musnad Imam Ahmad, Shahih Muslim dan Sunan al-Tirmidzi dan bahkan dalam Shahih Bukhari, tertulis dengan lima varian kalimat kunci yang similiar dengan kalimat tersebut, yaitu أَتَعْلَمُ أَحَدًا أَعْلَمَ مِنْكَ، أَيُّ النَّاسِ أَعْلَمُ، هَلْ فِي الأَرْضِ أَحَدٌ أَعْلَمُ مِنْكَ، مَنْ أَعْلَمُ النَّاسِ، هَلْ أَحَدٌ أَعْلَمُ بِاللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مِنْكَ. Untuk mempermudah dalam menemukan hadith yang diteliti, takhrij hadith dalam penelitian ini tidak dilakukan secara manual, tetapi terlebih dahulu ditelusuri melalui website islamweb.net, dan didukung kitab Mu’jam Mufahras li Alfazh al-Hadith al-Nabawi dan Miftah Kunuz al-Sunnah kemudian dilakukan cross check pada kitab aslinya
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Surah Al-Fatihah:: Telaah Tafsir Tahlili Ahim Sulthan Nuruddaroini
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 8 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v8i2.3013

Abstract

Al-Qur’an surah Al-Fatihah mengandung nilai-nilai karakter yang dapat menjadi rujukan dalam pendidikan karakter di Indonesia yang sedang menghadapi krisis akhlak. Pendidikan karakter merupakan aspek yang penting bagi benerasi penerus. Seorang individu tidak cukup hanya diberi akal pembelajaran dalam hal intelektual belaka tetapi juga harus diberikan bekal dalam hal spiritual dan segi moralnya. Seharusnya pendidikan karakter harus diberikan seiring dengan perkembangan intelektual peserta didik, yang dalam hal ini harus dimulai sejak dini khususnya di lembaga pendidikan. Pendidikan karakter di sekolah dapat dimulai dengan memberikan contoh yang dapat dijadikan teladan bagi murid dengan diiringi pemberian pembelajaran seperti keagamaan dan kewarganegaraan sehingga dapat membentuk individu yang berjiwa sosial, berpikir kritis, memiliki dan mengembangkan cita-cita luhur, mencintai dan menghormati orang lain, serta adil dalam segala hal. Tulisan Ini menggunakan penelitian studi pustaka dengan metode analitis kritis melalui pendekatan tafsir tahlili. Masalah yang diangkat adalah: bagaimanakah surah Al-Fatihah mengungkapkan pendidikan karakter?, nilai-nilai pendidikan karakter apa saja yang terdapat di dalamnya? apa implikasi pendidikan karakter pada surah Al-Fatihah di dalam dunia pendidikan?. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam surat Al-Fatihah meliputi Nilai Religius, selalu bersyukur, Sopan santun, mudah memaafkan, kerja keras, tidak mudah putus asa, tolong menolong, selalu rajin menunt ilmu. Implikasi pendidikan karakter pada surat Al-Fatihah dalam dunia pendidikan adalah bahwa seorang pendidik dan peserta didik harus berpegang kepada kode etik guru dan murid.
Contextual Approach Abdullah Saeed dan Aplikasinya Terhadap Ayat Cadar Abdulloh Dardum
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 8 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v8i2.3016

Abstract

Polemik penggunaan cadar (niqa>b) sudah menjadi perdebataan klasik para ulama salaf. Perdebatan tersebut berangkat dari perbedaan interpretasidalam menyikapi batasan aurat wanita. Masing-masing memiliki bangunan argumentasi yang kuat baik secara rasional maupun normatif. Dalam konteks ini, penulis ingin melakukan pembacaan terhadap ayat al-Qur’an yang menjadi sumber perbedaan pendapat terkait polemik cadar ini dengan menggunakan teori contextualist approach (pendekatan kontekstual) yang dikembang­kan oleh Abdullah Saeed. Pendekatan seperti ini meniscayakan pembacaan ayat-ayat al-Qur’an dengan tanpa mengabaikan sosio-historis saat al-Qur’an turun, dengan melakukan identifikasi terhadap pesan-pesan dasar yang muncul dari al-Qur’an kemudian mengaplikasikan pesan-pesan tersebut untuk diterjemahkan dalam konteks saat ini.
Perkembangan Paradigma Epistemologi dalam Filsafat Islam Dudi Badruzaman
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 8 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v8i2.3014

Abstract

Paradigma epistemologi pemikiran Islam menurut laporan sejarah mengalami perkembangan dari zaman ke zaman, yang berbeda prinsip antara aliran yang satu dengan yang lain. Tulisan ini bertujuan untuk menguak letak perbedaan antara aliran-aliran tersebut. Metode kepustakaan filsafat dilakukan dengan analisa data induktif untuk merumuskan konstruksi teoritik. Temuan penelitian ini adalah, bahwa para filosof Muslim Paripatetik mengedepankan akal atau rasio sebagai alat yang paling dominan untuk memperoleh pengetahuan yang benar dengan menggunakan metode demonstratif (burha>ni>). Sementara filosof iluminasi, kaum ‘irfa>ni> , dan kaum sufi berprinsip bahwa pengetahuan hakiki hanya dapat diperoleh melalui intuisi-mistik, setelah melalui proses penyucian hati (qalb) dengan berbagai bentuk latihan (riya>d}ah). Sementara epistemologi Mulla Sadra menggunakan tipe “hikmah”, yaitu pemaduan antara visi rasional dengan visi mistik, yang kemudian diselaraskan dengan syari’at. Epistemolog kontemporer, Abed al-Jabiri memilih epistemologi burha>ni> yang meyakini bahwa sumber pengetahuan adalah rasio, bukan teks atau intuisi.
Tanggung Jawab Sosial dalam Al-Qur’an: Studi Analisis terhadap Term al-Islah Moh Bakir
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i1.3252

Abstract

Hasil penilitian ini membuktikan bahwa tanggung jawab sosial merupakan suatu konsep tentang kewajiban dan hak partisipasi setiap manusia untuk memberikan sumbangsih kepada masyarakat dan memberikan respon terhadap problematika sosial. Respon tersebut tergantung dari tingkat kesadaran masing-masing. Semakin tinggi tingkat kesadarannya maka semakin cepat respon yang diberikan, sebaliknya, semakin rendah tingkat kesadarannya makan semakin lambat memberikan respon. Selain itu, penelitian membuktikan bahwa term al-islâh merupakan suatu istilah yang digunakan al-Qur’an untuk menunjukkan pada tugas-tugas sosial yang meliputi beberapa aspek, yaitu: menjaga lingkungan, memelihara perdamaian, mengayomi anak yatim, dan mendamaikan konflik keluarga serta lainnya. Kemudian, term islah pada dasarnya berkisar pada anjuran kepada manusia untuk melakukan atau berbuat baik dan menjahui perbuatan jelek baik dalam tataran individu, sosial, dan lingkungan alam. Islâh menyiratkan makna akan tanggung jawab sosial dari berbagai aspek. Islâh tidak sekedar sebuah konsep, tetapi jauh lebih dari itu ia merupakah langkah nyata. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan metode yang dipakai adalah metode tafsir tematik. Sumber data primer diperoleh melalui Al-Qur’an, yaitu melalui penelusuran langsung terhadap ayat-ayat yang terkait dengan bahasan. Sedangkan data skunder diperoleh dari bahan pustaka. Sumber data sekunder yang digunakan mencakup buku-buku, jurnal dan dan surat kabar yang terkait dengan tema pemenilitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui studi kepustakaan yaitu pengumpulan data dengan membaca, mempelajari, mengkaji dan menganalisis serta membuat catatan dari buku literatur, koran, majalah jurnal, dokumen maupun arsip-arsip yang berkesesuaian dengan penelitian yang dibahas dan serta pengumpulan data melalui media elektronik dan hal-hal lain yang relevan dengan masalah yang diteliti. Analisis data yang digunakan adalah analisis kebahasaan, sosiologis, dan filosofis.
Haul dan Perilaku Keagamaan: Studi Motivasi Jamaah Haul Akbar Tarekat Qodiriyah wan Naqsabandiyah Al Ustmaniyah di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Kedinding Lor Surabaya Iksan Kamil Sahri; Muallifah Muallifah
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i1.3248

Abstract

Terdapat fenomena keagamaan masyarakat urban yang lebih relijius dalam tiga dasawarsa belakangan ini. Masyarakat urban diketahui mencari model-model keagamaan tertentu untuk mengekspresikan kehidupan spritual mereka. Sifatnya sering kali simbolik yang bisa dilihat secara sederhana sebagai bagian keagamaan. Salah satu simbol ritual keagamaan tersebut melalui haul. Tulisan ini hendak ingin menjawab apakah yang memotivasi orang-orang untuk datang ke haul yang diadakan di pondok pesantren Al Fithrah, Surabaya. Untuk menjawab pertanyaan ini, peneliti menggunakan pendekatan fenomenologi dengan memakai teori motif milik Schütz. Penelitian ini menunjukkan bahwa acara haul digunakan tidak saja sebagai ritual keagamaan yang diadakan oleh lembaga keagamaan tapi juga sebagai ajang wisata rohani dengan tujuan yang beragam. Dengan mengikuti haul mereka percaya bahwa mereka akan mendapat keberkahan dalam kehidupan mereka ke depannya. Sedangkan sebab mereka mengetahui haul di pesantren Al Fithrah terbagi pada dua pola; generasi tua lebih pada nasab keilmuan serta spritualitas sedangkan generasi muda lebih beragam.
Living Hadis Pada Tradisi Majelis Suroan di Desa Ngroto Gubug Grobogan Ainul Yaqin
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i1.3245

Abstract

Secara historis, sebagian besar masyarakat Jawa masih menganut sebuah sistem kepercayaan sebelum kedatangan dan meluasnya Islam di Nusantara. Seperti halnya bulan Suro yang banyak disalahpahami akan kekeramatannya sebagai bulan “sangar” yang memberikan bahaya dan musibah. Sehingga, banyak penggelaran ritual di bulan Suro yang masih berada di bawah pengaruh sistem kepercayaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap aspek living hadis pada tradisi majelis suroan masyarakat di desa Ngroto Gubug Grobogan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif-deskriptif, yang disertai analisis data melalui metode living hadis. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini ialah bahwa masyarakat Ngroto telah banyak menganut ajaran TQN Utsmaniyyah, sehingga ritual keagamaannya seperti haul Satu Suro yang diagendakan tidak jauh beda dari majelis-majelis jama’ah Al-Khidmah. Tradisi ini sudah menjadi turun-temurun sejak puluhan tahun. Selain itu, rangkaian acara dalam haul suroan tersebut secara sederhana meliputi tawassul, tahlil, pembacaan manaqib dan maulid, yang kesemuanya ternyata merupakan fenomena living hadis.
Telaah Atas Formula Pengarusutamaan Moderasi Beragama Kementerian Agama Tahun 2019-2020 Yoga Irama; Mukhammad Zamzami
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 11 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v11i1.3244

Abstract

Artikel ini adalah respon kekhawatiran kepada masyarakat, di mana dewasa ini banyak bermunculan gerakan-gerakan radikal yang terus melakukan propaganda dan teror. Lazim diketahui bahwa kesalahan dalam pemahaman keagamaan akan berdampak pada sikap dan tindakan yang ekstrem. Jika hal itu dibiarkan, maka tentu akan bisa menyebabkan keretakan sosial nantinya. Fenomena tersebut menjadi suatu problematik yang layak dianalisis agar tidak menimbulkan kegaduhan antar umat beragama di Indonesia. Oleh sebab itu, fokus kajian pada penelitian ini adalah telaah tentang bagaimana upaya dan instrumen formula yang digunakan oleh Kementerian Agama dalam pengarusutamaan moderasi beragama di Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa formula moderasi beragama Kemenag adalah sebuah strategi yang dilakukan oleh Kementerian Agama RI melalui beberapa lini, dalam upaya menguatkan pemahaman beragama yang moderat di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, di antaranya penguatan moderasi beragama melalui program bimbingan pra-nikah kepada calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan. Kemudian penguatan moderasi beragama melalui pelatihan kaderisasi instruktur moderasi beragama bagi mubalig muda, mahasiswa, dosen, dan tokoh-tokoh agama lainnya.

Page 1 of 12 | Total Record : 115