Anak usia sekolah (6-12 tahun) membutuhkan asupan gizi yang cukup karena pada usia ini sedang dalam masa pertumbuhan. Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktunya di sekolah. Pada umumnya, di sekolah atau di sekitar sekolah banyak sekali penjual makanan yang menarik perhatian anak-anak, seperti es krim, telur gulung, dan lain-lain. Namun, tidak semua makanan yang dijual di sekolah atau di sekitar sekolah adalah jajanan atau makanan yang sehat. Pada beberapa survei yang pernah dilakukan, masih ada jajanan sekolah yang mengandung BTP (Bahan Tambahan Pangan) berbahaya seperti boraks, formalin dan rodamin. Hal inilah yang mendasari tim KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari Universitas Muhammadiyah Lamongan mengadakan penyuluhan mengenai jajanan sehat di SDN Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Penyuluhan ini diharapkan dapat membuat siswa-siswa SDN Banjarmadu dapat memiliki kebiasaan yang baik dalam membeli jajanan di sekolah. Penyuluhan ini terdiri dari 3 tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pada tahap persiapan, dilakukan analisa permasalahan, pencarian solusi dan melakukan izin kegiatan. Tahap selanjutnya yaitu pelaksanaan penyuluhan mengenai jajan sehat menggunakan metode ceramah. Tahap terakhir yaitu tahap evaluasi yang dilakukan menggunakan metode kuis edukatif. Berdasarkan hasil evaluasi, disimpulkan bahwa Siswa-siswi SDN Banjarmadu sangat antusias dengan acara penyuluhan jajan sehat yang telah dilakukan oleh tim KKN Universitas Muhammadiyah Lamongan. Para siswa-siswi juga cukup memahami materi yang telah disampaikan oleh tim KKN. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa-siswi yang sangat aktif menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tim KKN saat sesi kuis edukatif.
Copyrights © 2022