Jagung merupakan komoditi tanaman pangan subsektor palawija yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Trumon Timur. Namun dalam budidayanya, petani menghadapi ketidakpastian atau risiko. Salah satnya risiko yang banyak dihadapi oleh petani adalah risiko produksi yang dapat disebabkan oleh faktor produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar tingkat risiko produksi yang dihadapi oleh petani dan faktor-faktor apasaja yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode model Coefisien Variasi (CV) dan Just and pope. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat risiko produksi yang dihadapi oleh petani jagung Kecamatan Trumon Timur tinggi, yakni sebesar 0,54 dan faktor produksi yang berpengaruh terhadap risiko produksi usahatani jagung adalah faktor benih, pestisida, pupuk urea dan pupuk phonska.
Copyrights © 2021