Tari Angguk sebagai Warisan Budaya Masyarakat Jawa di Dalu X B dikaji dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan berdasarkan kondisi sebenarnya dilapangan dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis digunakan teori pewarisan C.H Colley dan teori sejarah dari Roeslan Abdulgani serta teori bentuk menurut Sal Murgiyanto. Berdasarkan penelitian diketahui : (1) Sejarah persebaran Tari Angguk di Desa Dalu X B karena adanya transmigrasi pada masa Kolonialisme Belanda sehingga masyarakat Jawa tinggal dan menetap di Sumatera Utara dan melakukan aktifitas adat; (2) Pewarisan tari ini dilakukan dengan cara latihan dan melakukan berbagai upaya untuk mempertahankan tari ini. Tari ini masih terjaga karena adanya kerjasama antara pemilik sanggar, masyarakat dan pemerintah setempat. Hal ini tercermin dari penonton yang ramai saat pementasan Angguk pada acara masyarakat. (3) Bentuk Tari Angguk terdiri atas tigabelas judul lagu yang dilakukan dalam tiga tahapan. Instrumen yang digunakan sebagai music pengiring Angguk diantaranya, kendang, bedug, tamborin dan kerincingan. Tatarias yang digunakan make-up sehari-hari karena penari menggunakan kacamata, dan penari mengggunakan busana yang menyerupai seragam prajurit Belanda.Kata Kunci : Sejarah, Pewarisan, Pementasan Tari Angguk
Copyrights © 2021