Pengumpulan bahan berita (peliputan), pelaporan peristiwa (reporting), penulisan berita (writing), penyuntingan naskah berita (editing), dan penyajian atau penyebarluasan berita (publishing/broadcasting) melalui media adalah definisi jurnalistik yang dikemukakan Roland E. Wolseley dalam buku Understanding Magazines (1969). Salah satu produk jurnalistik yang dihasilkan oleh wartawan selain tulisan adalah Foto jurnalistik sebagai pendukung dari berita. Sebagai produk dalam pemberitaan, tentunya foto jurnalistik memiliki peran penting dalam media cetak maupun media internet. Pada kesempatan ini penulis mengaplikasikan jenis Foto Jurnalistik dalam art and culture. Art and culture photo menangkap potret kegiatan-kegiatan seni dan budaya yang menarik, seperti pameran budaya, penampilan tari, dan lain-lain. Melalui pengertian diatas iNews Bali memiliki program acara bernama Bali Shanti, Bali Shanti sendiri merupakan program non news yang meliput acara Budaya Bali yang terjadi di penyiarannya lokal Bali. Sehingga penulis mengetahui bagaimana menjadi seorang Fotografer Jurnalistik yang mengangkat tentang Budaya-Budaya yang ada di Bali dengan memanfaatkan Teori EDFAT sebagai dasar dalam pembuatan foto jurnalistik di dalam peliputan Bali Shanti.
Copyrights © 2025