Penelitian bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam karya sastra Nusantara serta implikasinya terhadap implementasi Kurikulum Merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya sastra Nusantara memuat berbagai nilai kearifan lokal yang mencerminkan budaya dan identitas masyarakat Indonesia. Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, keadilan, kebijaksanaan, kejujuran, hubungan manusia dengan alam, kerja keras, dan nilai religius sering kali diinternalisasikan melalui tokoh dan cerita dalam karya sastra. Karya sastra Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai media refleksi budaya, tetapi juga sebagai sarana edukasi moral bagi masyarakat, terutama dalam membentuk karakter generasi muda yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Relevansi nilai-nilai kearifan lokal dalam konteks Kurikulum Merdeka. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam pendidikan, terutama melalui pendekatan berbasis proyek, pelatihan guru, dan penggunaan media pembelajaran yang relevan, diharapkan siswa dapat mengembangkan karakter yang kuat serta memahami dan menghargai budaya dan lingkungan mereka. Implementasi nilai kearifan lokal dalam kurikulum ini penting untuk penguatan identitas nasional dan pembentukan karakter siswa yang holistik. Rekomendasi dari penelitian ini meliputi pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal, pelatihan profesional bagi guru, kolaborasi dengan komunitas lokal, dan penggunaan media pembelajaran berbasis budaya. Langkah-langkah ini diharapkan mampu membuat pendidikan di Indonesia lebih relevan dengan konteks sosial dan budaya lokal, serta membantu generasi muda menjadi individu yang cerdas secara akademis dan bermoral, sekaligus memiliki cinta dan kepedulian terhadap budaya dan lingkungan mereka.
Copyrights © 2024