Osteoporosis adalah penyakit metabolik tulang paling umum yang ditandai dengan penurunan massa tulang serta gangguan mikroarsitektur tulang yang menyebabkan peningkatan risiko fraktur. Penyakit ini sering kali berkembang secara diam-diam tanpa gejala yang jelas hingga terjadi patah tulang, yang umumnya terjadi pada pergelangan tangan, pinggul, serta tulang belakang. Faktor risiko utama osteoporosis meliputi usia lanjut, defisiensi hormon, malnutrisi, gaya hidup sedenter, serta penggunaan obat-obatan tertentu yang memengaruhi keseimbangan metabolisme tulang. Dengan semakin meningkatnya angka harapan hidup di berbagai negara, osteoporosis menjadi tantangan kesehatan global yang tidak hanya berdampak pada individu tetapi juga pada sistem kesehatan secara keseluruhan. Seiring dengan meningkatnya pemahaman mengenai patofisiologi osteoporosis, berbagai strategi telah dikembangkan untuk mencegah dan menangani penyakit ini secara lebih efektif. Pendekatan dalam penanganan osteoporosis berfokus pada dua aspek utama, yaitu menjaga kepadatan mineral tulang serta mengurangi risiko fraktur. Intervensi didunia farmakologi telah mengalami perkembangan pesat dengan hadirnya berbagai metode baru yang bertujuan untuk menghambat proses degradasi tulang sekaligus merangsang pembentukan tulang baru. Meskipun demikian, terapi farmasi tidak dapat berdiri sendiri dan perlu dikombinasikan dengan pendekatan lain seperti perubahan gaya hidup, terapi nutrisi, serta latihan fisik yang berkelanjutan guna memperoleh hasil yang optimal.
Copyrights © 2025