Nilai-nilai agama dan isu lingkungan hidup sebenarnya tidak terpisahkan, tetapi sering dianggap sebagai hal yang berbeda karena pemaknaan agama yang sempit, yang hanya menekankan hubungan vertikal dengan Tuhan atau, jika diperluas, sebatas interaksi antar manusia. Namun, di tengah krisis multidimensi dan bencana iklim yang sebagian besar disebabkan oleh ulah manusia, pemaknaan beragama perlu diperluas agar mencakup kepedulian terhadap alam. Kesadaran akan peran agama dalam menyelamatkan Bumi semakin berkembang dalam dua dekade terakhir, mendorong umat beragama untuk merefleksikan kembali relasinya dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan— hablumminallah, hablumminannas, hablum minal alam. Pada akhirnya, spiritualitas harus menjadi pedoman dalam upaya kolektif menyelamatkan Bumi dan seluruh makhluk hidup dari ancaman krisis iklim.
Copyrights © 2024