Wilayah pesisir mempunyai lapisan tanah lunak relatif tebal. Tanah ini mempunyai kadar air tinggi dan daya dukung rendah. Tanah lunak merupakan tanah yang tidak menguntungkan secara teknis untuk mendukung suatu konstruksi. Tipe fondasi yang digunakan pada tanah lunak adalah fondasi tiang. Namun penggunaan fondasi tiang tipe end-bearing pada daerah seperti itu tidak disarankan karena tidak ekonomis. Floating pile menjadi alternatif fondasi pada tanah lunak, namun gesekan antara permukaan tiang dengan tanah rendah, karena permukaan beton dan baja relative halus. Fondasi cerocok lebih sesuai untuk daerah tanah lunak, karena memiliki permukaan lebih kasar dibandingkan beton atau baja, sehingga lebih effisien dalam aplikasinya. Kekasaran permukaan fondasi merupakan factor yang berpengaruh terhadap daya dukung floating pile. Oleh sebab itu, studi ini melakukan penelitian mengenai peningkatan perkuatan fondasi tiang pada tanah lunak. Penelitian dilakukan di laboratorium Mekanika Tanah Jurusan Teknik Sipil Universitas Riau. Tanah diambil dari Sei Pakning Provinsi Riau. Fondasi tiang dibuat dalam skala laboratorium. Beban diberikan secara bertahap, 2 kg setiap tahapan sampai mencapai penurunan maksimum 2 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekasaran berfungsi secara sempurna pada beban di bawah beban kritis, sesuai dengan tingkat kekasaran fondasi. Beban kritis tiang polos lebih rendah dibandingkan beban kritis tiang kasar penuh.
Copyrights © 2024