Latar Belakang: Pola makan sehat memiliki peranan krusial dalam menjaga kualitas kesehatan. Mahasiswa kedokteran, sebagai calon tenaga kesehatan diharapkan memiliki kesadaran tinggi terhadap pola hidup sehat. Namun, kesibukan akademik, tekanan sosial, dan keterbatasan waktu sering kali menjadi kendala dalam menerapkan pola makan sehat. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kesehatan fisik dan mental mahasiswa, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas hidup dan kinerja akademik. Tujuan: Mengevaluasi hubungan antara penerapan pola makan sehat dan status kesehatan mahasiswa kedokteran berdasarkan bukti ilmiah yang terkini. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan 10 artikel yang diperoleh dari database PubMed dan EBSCO dalam rentang tahun 2016–2025. Kriteria inklusi meliputi artikel berbahasa Inggris atau Indonesia yang membahas pola makan dan kesehatan mahasiswa kedokteran. Hasil: Analisis dari 10 artikel menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran yang menerapkan pola makan sehat memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang lebih baik, energi yang lebih stabil, serta risiko lebih rendah terhadap penyakit kronis dibandingkan mahasiswa dengan pola makan buruk. Kesibukan akademik menjadi faktor utama penyebab pola makan tidak sehat. Kesimpulan: Penerapan pola makan sehat berdampak positif pada tingkat kesehatan mahasiswa kedokteran. Diperlukan intervensi pendidikan gizi untuk meningkatkan kesadaran mereka.
Copyrights © 2025