Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Canduang Kab. Agam, Kec. Canduang Andrianti, Shinta; Rahmi, Fadhila
Indo Green Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Green 2024
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v2i1.40

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik mempunyai waktu yang cukup untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Adapun tujuan dari kurikulum merdeka belajar adalah mengembalikan otoritas sekolah dan pemerintah daerah untuk mengelola sendiri pendidikan yang sesuai dengan kondisi di daerahnya. Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di jenjang Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 1 Canduang Kab. Agam, Kec. Canduang. dengan tujuan untuk memahami bagaimana kurikulum merdeka belajar diterapkan dan dampaknya terhadap proses pembelajaran di sekolah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka belajar di SMA Negeri 1 Canduang telah memberikan manfaat dalam meningkatkan kreativitas dan motivasi belajar siswa. Selain itu, guru juga merasakan perubahan positif dalam pendekatan pembelajaran dan penilaian. Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam implementasi kurikulum merdeka belajar, seperti keterbatasan sumber daya dan pemahaman yang belum merata di kalangan guru. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih lanjut untuk memperbaiki dan mengoptimalkan implementasi kurikulum merdeka belajar di jenjang SMA. Jurnal ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi pembaca dalam mengembangkan pendekatan dalam proses pembelajaran dan menerapkan kurikulum merdeka pada sekolahnya.
Tingkat Serangan Spodoptera frugiperda L pada Tanaman Jagung di Desa Batu Belang Dua, Kecamatan Muaradua Arsi, Arsi; Rahmi, Fadhila; Oclara, Elsa Chendy; Pratiwi, Yuliza Adhe; Apriyanto, Dimas; Indrajaya, Tri Aji; Alamsyah Alrifqi, Muhammad
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 11, No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-11 “Optimalisasi Pengelolaan Lah
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsi, A., Rahmi, F., Oclara, E.C., Pratiwi, Y.A., Apriyanto, D., Indrajaya, T.A., & Alrifqi, M.A. (2023). Spodoptera frugiperda attack level on corn plants in Batu Belang Dua Village, Muaradua Distric. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-11 Tahun 2023, Palembang 21 Oktober 2023.  (pp. 275–284). Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Corn (Zea mays L) is one of the food crops and the main source of income for Indonesian people, especially in South Sumatra, however, people's income has decreased due to a significant Spodoptera frugiperda attack. This research aimed to determine the percentage intensity of Spodoptera frugiperda pest attacks in Batu Belang Dua village. The research method used in this research is the survey method through direct observation in the field. The data collected is primary data in the form of direct observation of symptoms in the field and secondary data obtained from farmer interviews. The results obtained from five corn farmers were of productive age, the farmers ranged in age from 30 years to 50 years with a land area of 1 ha. The highest Spodoptera frugiperda L. attack was on land 3 owned by Mr. Ahyar with an average of 16.43% and the lowest was on land 2 owned by Kartini with an average of 9.92%. So, the intensity of Spodoptera frugiperda attacks in Batu Belang Dua village showed that the highest attack was on land 3 belonging to Mr. Ahyar with an average of 16.43%, while the lowest attack was on land 2 belonging to Mrs. Kartini with an average of 9.92%. Therefore, farmers in Batu Belang Dua village must pay attention to the level of Spodoptera frugiperda pest attacking corn crops so that they do not experience very high economic losses.
Penerapan Aromaterapi Peppermint Pada Pasien Kanker Yang Menjalani Kemoterapi Dengan Masalah Keperawatan Nausea Rahmi, Fadhila; Kharisna, Dendy; Wardah, Wardah; Dewi, Sarina
Jurnal Keperawatan Komplementer Holistic Vol. 2 No. 2 (2024): Volume 2 No. 2 2024
Publisher : Yayasan Healing and Healthcare Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cancer is a life-threatening disease with the prevalence rate increasing every year. Nursing problems that can arise are nausea. Treatment of nausea and vomiting can be done non-pharmacologically by providing peppermint aromatherapy. The aim of this research is to provide an overview of the results of professional practice by applying peppermint aromatherapy to reduce nausea and vomiting in patients undergoing chemotherapy. The number of respondents was 2 people. The application of peppermint aromatherapy is carried out 3 times a day for 3 days. The measuring tool used is The Index of Nausea, Vomiting, and Retching (INRV) questionnaire. During the time the author provided nursing care, there was a change in patient 1's score from the moderate category (Total score 13) to the mild category (Total score 6). Patient 2 went from the moderate category (total score 12) to the mild category (total score 5). Based on this, the application of peppermint aromatherapy is able to overcome the problem of nausea and vomiting which is characterized by a decrease in the frequency score of nausea and vomiting in cancer patients undergoing chemotherapy.
Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 1 Canduang Kab. Agam, Kec. Canduang Andrianti, Shinta; Rahmi, Fadhila
Indo Green Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Green 2024
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v2i1.40

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik mempunyai waktu yang cukup untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Adapun tujuan dari kurikulum merdeka belajar adalah mengembalikan otoritas sekolah dan pemerintah daerah untuk mengelola sendiri pendidikan yang sesuai dengan kondisi di daerahnya. Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di jenjang Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 1 Canduang Kab. Agam, Kec. Canduang. dengan tujuan untuk memahami bagaimana kurikulum merdeka belajar diterapkan dan dampaknya terhadap proses pembelajaran di sekolah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka belajar di SMA Negeri 1 Canduang telah memberikan manfaat dalam meningkatkan kreativitas dan motivasi belajar siswa. Selain itu, guru juga merasakan perubahan positif dalam pendekatan pembelajaran dan penilaian. Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam implementasi kurikulum merdeka belajar, seperti keterbatasan sumber daya dan pemahaman yang belum merata di kalangan guru. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang lebih lanjut untuk memperbaiki dan mengoptimalkan implementasi kurikulum merdeka belajar di jenjang SMA. Jurnal ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi pembaca dalam mengembangkan pendekatan dalam proses pembelajaran dan menerapkan kurikulum merdeka pada sekolahnya.
Augmented Reality sebagai Inovasi Teknologi dalam Pengajaran Kimia di Tingkat Universitas : Tinjauan Literatur Rahmi, Fadhila; Guspatni, Guspatni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i3.20833

Abstract

Teknologi Augmented Reality (AR) telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir dan menunjukkan potensi besar sebagai alat inovatif dalam pendidikan, terutama dalam bidang kimia di lingkungan kampus. AR menawarkan pengalaman pembelajaran yang interaktif dan visualisasi konsep-konsep kimia yang abstrak, seperti struktur molekul dan reaksi kimia, yang sulit dijelaskan melalui metode konvensional. Artikel ini bertujuan untuk meninjau literatur yang ada mengenai penerapan AR dalam pengajaran kimia, menyoroti keunggulan, tantangan, dan arah pengembangannya di masa depan. Beberapa studi menunjukkan bahwa AR meningkatkan pemahaman siswa, motivasi belajar, serta keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Namun, kendala seperti keterbatasan infrastruktur, biaya pengembangan, dan kurangnya keterampilan teknis masih menjadi hambatan yang signifikan. Dengan semakin berkembangnya teknologi AR dan meningkatnya minat dalam penggunaannya di bidang pendidikan, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengoptimalkan penerapan AR dan mengatasi tantangan yang ada.