Stunting merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Desa Wirowongso, di mana tingkat gizi yang kurang berperan dalam menghambat pertumbuhan fisik dan kognitif anak-anak. Penelitian oleifera L.) dan minuman smoothies dari tanaman bayam (Amaranthus hybridus L.) serta pisang (Musa paradisiaca L.), sebagai upaya untuk menurunkan angka penderita stunting di desa tersebut. Kelor dikenal memiliki kandungan gizi yang tinggi, terutama vitamin A, zat besi, dan kalsium, yang sangat bermanfaat dalam mencegah stunting. Sementara itu, bayam dan pisang dipilih karena kandungan serat, vitamin, dan mineralnya yang dapat mendukung pertumbuhan anak. Melalui program KKN kolaboratif ini, dilakukan sosialisasi dan pelatihan kepada ibu-ibu di Desa Wirowongso mengenai pengolahan dan manfaat kedua produk pangan tersebut. Pelaksanaan program ini dimulai dengan tahap survei awal untuk mengidentifikasi prevalensi stunting seperti PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dan tingkat pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang di Desa Wirowongso dengan sosialisasi. Pendampingan rutin dilakukan selama 20 hari untuk memantau implementasi dan dampak awal dari program ini terhadap peningkatan gizi anak-anak di desa tersebut. Hasil dari implementasi ini diharapkan dapat meningkatkan asupan gizi anak-anak, sehingga berkontribusi terhadap penurunan angka stunting di desa tersebut.
Copyrights © 2024