Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran abad 21 dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan fokus pada pengembangan keterampilan kritis, kreatif, dan kolaboratif siswa melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman. Pembelajaran abad 21 menuntut perubahan paradigma dari pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa, di mana teknologi dan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking) diintegrasikan untuk meningkatkan pengalaman belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan mengumpulkan berbagai sumber pustaka yang relevan, termasuk buku, artikel, jurnal, dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pembelajaran PAI, guru perlu merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan keterampilan abad 21 dan pemanfaatan teknologi. Selain itu, penerapan pendekatan pembelajaran yang bervariasi, seperti Project Based Learning (PBL), Inquiry Based Learning (IBL), Jigsaw, dan Flipped Classroom, dapat memperkaya pengalaman belajar siswa dan mendorong mereka untuk berpikir kritis, mengevaluasi, dan menciptakan pengetahuan baru. Teknologi, meskipun menjadi tantangan di beberapa madrasah, memiliki potensi besar untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif, dengan syarat pemanfaatannya yang bijak dan efektif. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mempersiapkan siswa di abad 21, pembelajaran PAI harus berfokus pada pengembangan karakter dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman, serta memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan mendalam. Dengan demikian, pendidikan Agama Islam dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga memiliki integritas, kreativitas, dan kepedulian sosial yang tinggi.
Copyrights © 2024