Seiring bertambahnya usia, penurunan fungsi kognitif menjadi tantangan utama, terutama bagi wanita lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh konsumsi kopi terhadap fungsi kognitif pada wanita lansia di Banyubiru, Kabupaten Semarang. Metode yang digunakan adalah quasi-experiment dengan desain pre-test dan post-test, melibatkan 68 responden yang dibagi menjadi kelompok perlakuan (konsumsi kopi) dan kelompok kontrol (tanpa kopi). Pengukuran fungsi kognitif dilakukan menggunakan kuesioner Mini Mental State Examination (MMMSE) sebelum dan setelah periode intervensi dua bulan. Hasil menunjukkan bahwa kelompok perlakuan mengalami peningkatan signifikan dalam skor MMMSE, dari rata-rata 23,8 menjadi 26,5, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat sedikit dari 23,9 menjadi 24,3. Diskusi menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat meningkatkan aktivitas neurotransmitter yang berperan dalam perhatian dan memori. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa konsumsi kopi moderat dapat memberikan manfaat bagi kesehatan kognitif wanita lansia. Penelitian ini menyoroti pentingnya pemahaman lebih lanjut tentang pola konsumsi kopi dalam konteks kesehatan masyarakat dan potensi intervensi untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pola makan yang sehat. Ke depan, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme yang mendasari efek positif ini serta dampaknya dalam jangka panjang.
Copyrights © 2025