Masalah gizi buruk, khususnya stunting, masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Stunting, kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik tetapi juga perkembangan otak. Meskipun telah terjadi penurunan, prevalensi stunting masih tinggi. Beberapa faktor risiko meliputi tingkat pendapatan rendah, praktik pengasuhan yang kurang tepat, dan sanitasi buruk. Penurunan stunting memerlukan upaya bersama, termasuk masyarakat. Kegiatan yang dilakukan bersifat holistik, mencakup edukasi gizi, sanitasi, dan praktik pengasuhan. Hasil menunjukkan peningkatan frekuensi kunjungan ibu ke posyandu, mengindikasikan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan pertumbuhan anak.
Copyrights © 2025