Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) Among Marginal Children In Jakarta Ulfa Diya Atiqa
Hayyan Journal Vol. 1 No. 3 (2024): October
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/hayyan.v1i3.2452

Abstract

Clean and healthy living behavior is an action to maintain personal hygiene, well-being, physical and psychological to improve health. Marginal children are identified as a community that receives less attention regarding healthy living behavior, especially personal hygiene. This disrupts their daily lives, especially the need for personal hygiene. This study aims to determine the behavior of knowledge about personal hygiene, body image, social support, and the availability of facilities at home. This study uses a qualitative approach. Determination of informants using purposive sampling techniques. Data collection through in-depth interviews using interview guides. The survey results show that there are some marginal children who already know about it but have not fully understood it. The body image of marginal children that they believe in the clothes they wear every day, want to look attractive. The emotional role of parents towards marginal children who support children to always maintain personal hygiene. In addition, supporting facilities in the implementation of good personal hygiene are still not available in children's houses.
UPAYA PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DENGAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Andi Hardianti; Ulfa Diya Atiqa
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jpm.v4i2.9808

Abstract

Masalah gizi buruk, khususnya stunting, masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Stunting, kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik tetapi juga perkembangan otak. Meskipun telah terjadi penurunan, prevalensi stunting masih tinggi. Beberapa faktor risiko meliputi tingkat pendapatan rendah, praktik pengasuhan yang kurang tepat, dan sanitasi buruk. Penurunan stunting memerlukan upaya bersama, termasuk masyarakat. Kegiatan yang dilakukan bersifat holistik, mencakup edukasi gizi, sanitasi, dan praktik pengasuhan. Hasil menunjukkan peningkatan frekuensi kunjungan ibu ke posyandu, mengindikasikan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan pertumbuhan anak.
Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) Among Marginal Children In Jakarta Ulfa Diya Atiqa
Hayyan Journal Vol. 1 No. 3 (2024): October
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/hayyan.v1i3.2452

Abstract

Clean and healthy living behavior is an action to maintain personal hygiene, well-being, physical and psychological to improve health. Marginal children are identified as a community that receives less attention regarding healthy living behavior, especially personal hygiene. This disrupts their daily lives, especially the need for personal hygiene. This study aims to determine the behavior of knowledge about personal hygiene, body image, social support, and the availability of facilities at home. This study uses a qualitative approach. Determination of informants using purposive sampling techniques. Data collection through in-depth interviews using interview guides. The survey results show that there are some marginal children who already know about it but have not fully understood it. The body image of marginal children that they believe in the clothes they wear every day, want to look attractive. The emotional role of parents towards marginal children who support children to always maintain personal hygiene. In addition, supporting facilities in the implementation of good personal hygiene are still not available in children's houses.
PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS: EKSPLORASI KUALITATIF Ulfa Diya Atiqa
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v2i4.4723

Abstract

Perilaku merokok pada remaja merupakan isu kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Masa remaja merupakan fase yang rentan terhadap berbagai pengaruh eksternal seperti teman sebaya, keluarga, media, serta tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku merokok pada remaja melalui pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Informan berjumlah 13 siswa SMA di Kelurahan Sudiang, berusia 15–17 tahun, yang sedang atau pernah merokok. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi non-partisipatif, lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yakni pengaruh teman sebaya, rasa ingin tahu, lingkungan keluarga, stres emosional, dan paparan media. Validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber, member checking, dan diskusi sejawat. Temuan menunjukkan bahwa perilaku merokok pada remaja dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara faktor internal dan eksternal. Oleh karena itu, upaya pencegahan perlu dilakukan secara kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan pemerintah.
EFEKTIVITAS EFFLEURAGE MASSAGE TERHADAP DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Ulfa Diya Atiqa; Sri Gunda Fahriana Fahruddin; Isfawati Mahmud
Indonesian Journal of Physiotherapy Vol 5 No 1 (2025): Indonesian Journal of Physiotherapy
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52019/ijpt.v5i1.10606

Abstract

Latar Belakang: Dismenore adalah kondisi umum dialami oleh remaja perempuan yang ditandai rasa nyeri perut bagian bawah ketika menstruasi. Nyeri ini mengakibatkan rasa tidak nyaman seperti nyeri punggung, nyeri perut bagian bawah, serta perubahan emosi sehingga akan mengganggu aktivitas sehari-hari serta dapat mempengaruhi kualitas hidup. Terapi non-farmakologi khususnya terapi manipulatif salah satunya adalah effleurage massage, di mana teknik ini dapat digunakan sebagai intervensi dalam mengurangi intensitas nyeri menstruasi. Salah satu manfaat dari effleurage massage yaitu mengurangi ketegangan pada otot sehingga dapat mengurangi intensitas nyeri menstruasi. Metode: Studi ini menggunakan literature review yang menggunakan metode PICOS framework untuk mencari artikel dari 2 database yaitu Google Scholar dan PubMed. Didapatkan 12 artikel penelitian yang memenuhi kriteria dalam rentang waktu 2020-2024. Hasil: Berdasarkan analisis studi literatur didapatkan hasil bahwa rata-rata intensitas nyeri sebelum diberikan massage effleurage adalah sedang dan setelah diberikan intervensi skala nyeri adalah ringan, dengan hasil uji statistik p-value < 0.05. Kesimpulan: Effleurage massage terbukti efektif dalam menurunkan skala nyeri dismenore pada remaja putri.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI Ulfa Diya Atiqa; Syamsuriah
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 7: Desember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i7.9038

Abstract

Adolescence is the period of development between childhood and maturity. Menstruation is just one of the many changes that occur throughout this period. Menstrual hygiene management is necessary to avoid infections that can harm the reproductive organs. The purpose of this study is to determine the knowledge, attitudes, and management of menstruation hygiene among adolescent females in Tinambung District. This quantitative study, which used a cross-sectional design, was carried out in May 2020. The participants in this study were adolescent girls from Tinambung District, Polewali Mandar. The study's sampling population was 250 adolescent girls. The proportionate random sampling method was used. According to the results of this survey, 39.2% of female students had good menstrual hygiene, 40.9% had a positive attitude toward menstrual hygiene, and 39.2% knew how to manage their menstrual hygiene. Efforts need to be made to improve reproductive health counseling to assist adolescent females in maintaining great menstrual hygiene.
THE EFFECT OF SOCIAL MEDIA EXPOSURE ON ADOLESCENT PREMARITAL SEXUAL BEHAVIOR Ulfa Diya Atiqa
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i4.3207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan media sosial terhadap perilaku seksual pranikah di kalangan remaja usia 17–18 tahun di Kecamatan Biringkanaya. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional melalui pengisian kuesioner oleh 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dan analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% remaja sering terpapar media sosial dan 75% memiliki perilaku seksual negatif, dengan nilai p-value 0,000 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara paparan media sosial dan perilaku seksual pranikah remaja. Simpulan, paparan media sosial berpengaruh signifikan terhadap pembentukan perilaku seksual pranikah, dimana remaja dengan intensitas penggunaan media sosial yang tinggi lebih berisiko menunjukkan perilaku seksual negatif.
PERAN PENGETAHUAN IBU DALAM MENDORONG KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF Ulfa Diya Atiqa; Ismi Irfiyanti Fachruddin
Jurnal Spektrum Kesehatan Vol 1 No 3 (2025): Vol. 1 No. 3 September 2025
Publisher : PT. Media Ilmiah Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/rum-kes.v1i3.26

Abstract

Pemberian ASI eksklusif merupakan program yang direkomendasikan oleh WHO dan AAP yang merupakan komponen penting dalam pemenuhan gizi bayi yang medukung pertumbuhan dan perkembangan optimal. Namun, di beberapa daerah angka pemberian ASI eksklusif masih rendah, salah satunya di Provinsi Sulawesi Barat. Keputusan seorang ibu untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dapat dipengaruhi oleh pengetahuannya tentang ASI eksklusif. Studi ini bertujuan untuk melihat adanya korelasi pengetahuan ibu dengan kebiasaan pemberian ASI eksklusif di Polewali Mandar. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain cross-sectional, dengan jumlah sampel 33 responden (ibu) yang memiliki bayi berusia 6 sampai 12 bulan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 45,5% ibu memberikan ASI eksklusif, sedangkan 54,5% ASI non-eksklusif. Sebanyak 36,4% ibu memiliki pengetahuan yang baik mengenai ASI eksklusif. Dari hasil uji chi-square menunjukkan adanya korelasi pengetahuan orang tua dengan pemberian ASI eksklusif (p-value: 0.005). Pemahaman yang menyeluruh tentang manfaat dan prosedur pemberian ASI eksklusif memiliki dampak yang cukup besar keputusan pemberian ASI eksklusif. Oleh karena itu, upaya peningkatan pengetahuan ibu sangat penting untuk mendukung keberhasilan program ASI eksklusif dan penurunan angka sunting.
Perilaku Masyarakat dalam Penggunaan Masker sebagai Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 di Pasar Kebayoran Jakarta Selatan Ulfa Diya Atiqa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i3.311

Abstract

Latar Belakang: Infeksi virus Covid-19 masih terus terjadi di berbagai negara, tidak terkecuali Indonesia. Berdasarkan laporan Satgas covid-19, DKI Jakarta merupakan provinsi yang kasus terkonfirmasi positif terbanyak yaitu 411.495 kasus. Semua lapisan masyarakat perlu secara disiplin mematuhi protokol kesehatan, tidak terkecuali pengunjung pasar. Berdasarkan hasil observasi, pengunjung di pasar kebayoran kurang patuh dalam menggunakan masker. Salah satu upaya pencegahan yang direkomendasikan WHO untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah pemakaian masker. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui perilaku masyarakat terkait penggunaan masker sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Metode: Studi kualitatif ini dilakukan pada bulan Juli 2021 menggunakan teknik wawancara mendalam pada 7 informan yaitu pedagang, pembeli, dan tukang ojek di pasar Kebayoran, Jakarta Selatan. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman wawancara, alat tulis, dan handphone untuk merekam. Validasi menggunakan triangulasi sumber. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar informan masih kurang disiplin menerapkan protokol kesehatan khusunya penggunaan masker. Perilaku informan ini dipengaruhi oleh pengetahuan, kebiasaan tidak menggunakan masker, serta rasa aman dari bahaya Covid-19. Community Behavior Mask of Mask Usage in Prevention Efforts of Covid-19 Transmission in Kebayoran Market of South Jakarta Abstract Background: The Covid-19 virus continues to spread in numerous nations, including Indonesia. According to the report of the Covid-19 Task Force, DKI Jakarta is the province with the highest number of verified positive cases, 411,495 instances. Visitors to the market must adhere to health rules with the same rigour as the rest of society. Observations indicate that visitors to the Kebayoran market are less compliant with mask usage. The World Health Organization recommends the use of masks to avoid the transmission of Covid-19. The objective of the study was to investigate the community's behavior towards the wearing of masks to prevent the transmission of Covid-19. Methods: This qualitative study was conducted during June 2021 using in-depth interviews with 7 informants, namely traders, buyers, and motorcycle taxi drivers at the Kebayoran market, South Jakarta. The instruments used were interview guides, stationery, and cellphones for recording. Validation using source triangulation. Results: According to the findings of this study, the majority of informants still lack discipline in adopting health regulations, particularly the use of masks. This informant's behavior is influenced by his knowledge, his practice of not wearing masks, and his perception of Covid-19's hazards.