Penelitian ini mengevaluasi kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkulu Tengah dalam mendukung program Adiwiyata melalui paradigma ekofikih. Adiwiyata adalah program pendidikan lingkungan yang bertujuan membentuk generasi sadar lingkungan melalui partisipasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran, mengintegrasikan survei kuantitatif dan wawancara semi-terstruktur. Data dikumpulkan dari 120 responden, termasuk pegawai DLH, guru, dan siswa dari dua sekolah yang berpartisipasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam persepsi peserta terhadap efektivitas pengawasan, fasilitasi, dan dukungan program. Sebagian besar pegawai DLH menilai bahwa pengawasan telah dilakukan secara efektif, namun guru dan siswa menganggap pengawasan tersebut belum konsisten. Meskipun fasilitas seperti tempat pengolahan sampah dan taman sekolah telah disediakan, pendampingan berkelanjutan masih dirasa kurang memadai. Analisis ekofikih mengungkapkan bahwa kinerja DLH belum sepenuhnya mencerminkan prinsip-prinsip tawhid (keesaan Tuhan), fitrah (kesucian alami), mizan (keseimbangan), dan khalifah (kepemimpinan sebagai pengelola bumi). Studi ini menyoroti pentingnya bimbingan yang konsisten dan kolaborasi aktif antara sekolah dan DLH untuk meningkatkan efektivitas program. Penelitian ini menawarkan perspektif baru dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam evaluasi program lingkungan, serta memberikan wawasan bagi negara lain yang menghadapi tantangan serupa dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs)
Copyrights © 2024