Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ChatGPT’s Impact on Environmental Literacy through Dahl’s Children’s Literature in Islamic Primary School Oktaviansyah, Muhammad Eko; Safitri, Olvie Monika
Educational Insights Vol. 2 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : PT Ilmu Inovasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58557/eduinsights.v2i2.90

Abstract

This study explores the impact of using ChatGPT on environmental literacy among fifth-grade students at MIN 1 Bengkulu City, Indonesia. This research employs a mixed-methods approach and analyzes four works by Roald Dahl—Giraffe and the Pelly and Me (2007), James and the Giant Peach (2007), Fantastic Mr. Fox (2007), and Danny the Champion of the World (2009). The environmental themes in these works are analyzed through the critical framework of Matthew Arnold, which highlights the moral relationship between humans and nature. The study involves two groups: an experimental group using ChatGPT to explore environmental themes, and a control group utilizing traditional teaching methods. Environmental literacy is measured through pre-test and post-test assessments, supported by student questionnaires and teacher interviews. Quantitative findings show a significant improvement in the experimental group (p < 0.05), indicating that the use of ChatGPT enhances students’ understanding of ecological issues. Qualitative data reveals higher student engagement and a positive perception of ChatGPT as a learning tool. From an Arnoldian perspective, these narratives prove effective in cultivating environmental appreciation by emphasizing the moral connection between humans and nature. Overall, this study demonstrates how AI-based tools, combined with children’s literature, can enrich the learning experience and promote sustainable thinking among elementary school students.
Ecocritical Analysis of J.G. Ballard’s The Drowned World: A Study of High School Students’ Insights Oktaviansyah, Muhammad Eko
Journal of Language, Literature and Teaching Vol 6, No 2 (2024): August - November 2024
Publisher : Journal of Language, Literature and Teaching

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35529/jllte.v6i2.48-64

Abstract

This study applies Greg Garrard’s ecocritical theory to analyze J.G. Ballard's The Drowned World and explores twelfth-grade students' insights of its environmental themes at MAN 2 Rejang Lebong. Aiming to enhance students’ environmental literacy, it uses an integrated approach combining literary analysis with qualitative and quantitative methods. Ecological themes in the novel are explored alongside an assessment of students’ awareness and understanding of environmental issues. Data were collected through questionnaires completed by 40 students and semi-structured interviews with a subset of students post-reading. Findings indicate that The Drowned World—a portrayal of a post-apocalyptic world shaped by global warming—contains key ecocritical components such as wilderness, apocalypse, animals, dwelling, and the Earth. However, the mixed-methods analysis exhibits 80% of students faced challenges in understanding themes connecting to the components, due to language barriers, limited interest, and insufficient classroom discussion. Only 20% demonstrated an understanding of critical issues like climate change. These findings suggest that the novel alone may not effectively enhance environmental awareness. The study recommends contextual teaching and guided discussions to aid students in grasping ecological themes. Its contribution lies in integrating mixed methods and ecocritical approaches. Both strategies are very essential for promoting environmental literacy and advancing sustainability education.
GAWAI, MOTIVASI BELAJAR SISWA, DAN TEORI SELF-DETERMINATION: PERAN ORANG TUA DAN GURU DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI KOTA BENGKULU Oktaviansyah, Muhammad Eko; Sari, Citra Amelia
Journal of Religious Policy Vol. 4 No. 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : The Ministry of Religious Affairs, The Republic of  Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/repo.v4i1.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara penggunaan gawai dan motivasi belajar siswa di dua Madrasah Ibtidaiyah Negeri, yakni MIN 1 Tanjung Jaya dan MIN 2 Pagar Dewa di Kota Bengkulu. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed-method), dengan pengumpulan data kuantitatif melalui kuesioner yang disebarkan kepada 50 responden, serta data kualitatif melalui wawancara mendalam dengan siswa, orang tua, dan guru. Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif sedang antara frekuensi penggunaan gawai dan motivasi belajar (r = 0,53 dan r = 0,67). Dukungan orang tua menunjukkan korelasi rendah hingga sedang (r = 0,35 dan r = 0,41), sedangkan dukungan guru memiliki korelasi sedang (r = 0,61 dan r = 0,56). Data kualitatif mengungkap bahwa aplikasi edukatif mendorong semangat belajar siswa, sementara fitur hiburan seperti media sosial dan permainan menjadi distraksi utama. Hasil ini menegaskan pentingnya pengawasan dan bimbingan dari orang tua serta guru dalam mengarahkan penggunaan gawai secara produktif. Temuan dianalisis menggunakan kerangka Self-Determination Theory (SDT) yang menekankan tiga dimensi utama motivasi: otonomi, keterhubungan, dan kompetensi. Kolaborasi antara keluarga dan sekolah menjadi faktor kunci dalam memastikan pemanfaatan gawai dapat mendukung proses pembelajaran secara optimal. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran berbasis teknologi yang relevan di madrasah ibtidaiyah dalam menghadapi tantangan era digital.
EVALUASI KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BENGKULU TENGAH DALAM PROGRAM ADIWIYATA: PARADIGMA EKOFIKIH Monika, Olvie; Oktaviansyah, Muhammad Eko
JianE (Jurnal Ilmu Administrasi Negara) Vol. 6 No. 3 (2024): JianE: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jan.v6i3.8567

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkulu Tengah dalam mendukung program Adiwiyata melalui paradigma ekofikih. Adiwiyata adalah program pendidikan lingkungan yang bertujuan membentuk generasi sadar lingkungan melalui partisipasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran, mengintegrasikan survei kuantitatif dan wawancara semi-terstruktur. Data dikumpulkan dari 120 responden, termasuk pegawai DLH, guru, dan siswa dari dua sekolah yang berpartisipasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam persepsi peserta terhadap efektivitas pengawasan, fasilitasi, dan dukungan program. Sebagian besar pegawai DLH menilai bahwa pengawasan telah dilakukan secara efektif, namun guru dan siswa menganggap pengawasan tersebut belum konsisten. Meskipun fasilitas seperti tempat pengolahan sampah dan taman sekolah telah disediakan, pendampingan berkelanjutan masih dirasa kurang memadai. Analisis ekofikih mengungkapkan bahwa kinerja DLH belum sepenuhnya mencerminkan prinsip-prinsip tawhid (keesaan Tuhan), fitrah (kesucian alami), mizan (keseimbangan), dan khalifah (kepemimpinan sebagai pengelola bumi). Studi ini menyoroti pentingnya bimbingan yang konsisten dan kolaborasi aktif antara sekolah dan DLH untuk meningkatkan efektivitas program. Penelitian ini menawarkan perspektif baru dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam evaluasi program lingkungan, serta memberikan wawasan bagi negara lain yang menghadapi tantangan serupa dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs)