Preeklampsia di Indonesia merupakan penyebab angka kematian ibu (AKI) tertinggi setelah perdarahan. Preeklampsia terjadi ketika tekanan darah meningkat disertai proteinuria pada usia kehamilan > 20 minggu. Persalinan prematur atau persalinan dini yang terjadi pada usia kehamilan < 37 minggu pada pasien dengan preeklampsia menghasilkan sekitar 3% - 25% kasus preeklampsia. Ada beberapa karakteristik wanita hamil yang berhubungan dengan terjadinya risiko preeklampsia pada persalinan prematur, diantaranya : usia, status gizi, paritas, jarak dengan kehamilan sebelumnya dan riwayat hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien preeklampsia yang mengalami persalinan prematur.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan desain Cross-Sectional . Studi ini menggunakan 37 sampel dari pasien preeklampsia yang mengalami persalinan prematur di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan selama periode 2020-2022. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa 23 (62%) pasien dengan usia 20-35 tahun, sebanyak 24 (64%) pasien dengan status obesitas gizi, sebanyak 20 (54%) pasien dengan karakteristik paritas multipara, sebanyak 14 (38%) pasien memiliki jarak kehamilan sebelumnya antara dua hingga lima tahun dan sebanyak 29 (78%) pasien dengan riwayat hipertensi mengalami preeklampsia dengan persalinan prematur.Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap wanita hamil perlu memperhatikan kondisi kesehatan terutama status gizi selama kehamilan serta selalu mengontrol tekanan darah secara berkala.
Copyrights © 2024