Penggunaan antibiotik secara rasional menjadi isu penting dalam penanganan kasus appendicitis untuk mencegah resistensi dan infeksi luka pascaoperasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan antibiotik pra-operatif pada pasien appendicitis di Rumah Sakit Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya selama periode Januari hingga Juni 2024. Penelitian deskriptif kuantitatif dilakukan menggunakan data rekam medis pasien rawat inap yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang dikumpulkan meliputi jenis antibiotik, golongan, rute pemberian, dan bentuk sediaan, kemudian dianalisis berdasarkan persentase. Hasil menunjukkan mayoritas pasien berusia 17–25 tahun (73%) dan didominasi perempuan (82%). Cefixime dari golongan sefalosporin generasi ketiga merupakan antibiotik yang paling sering digunakan (41%), diikuti ceftriaxone (33%), moxifloxacin (8%), dan framycetin sulfate (18%). Sebagian besar antibiotik diberikan melalui rute oral (44%), diikuti parenteral (37%) dan topikal (19%). Penelitian ini menunjukkan pentingnya penggunaan antibiotik secara rasional sesuai pedoman klinis untuk mengurangi resistensi dan meningkatkan kualitas terapi.
Copyrights © 2025