Artikel ini bertujuan untuk mengkaji surah Al-Fath ayat 29 dengan menggunakan analisis semantik dan konteks historis pada kata kunci asyidda’ dan kuffar. Riset ini berangkat dari fenomena masifnya bias penafsiran sehingga berikap keras kepada orang yang dinilai kafir merupakan perintah Al-Qur’an. Artikel ini mendukung temuan Nadirsyah Hosen bahwa salah satu sebab adanya perkembangan faham ini dipicu oleh kurangnya pengetahuan dalam memahami beberapa ayat Al-Qur’an yang berpotensi pada penafsiran kategori sulit sehingga memunculkan bias tafsir. Fenomena tersebut dilatarbelakangi oleh generalisasi pemahaman ayat-ayat Al-Qur’an, khususnya ayat-ayat yang berhubungan dengan perang dan jihad. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif berbasis data pustaka dengan menjadikan kitab-kitab tafsir klasik sebagai referensi utama. Artikel ini berkesimpulan bahwa dalam surah Al-Fath ayat 29 kata asyidda’ memiliki makna keteguhan untuk melawan musuh yang menebar kezaliman. Makna ini sesuai dengan konteks historis turunnya ayat tersebut pada saat umat Islam mengalami kezaliman, dan disuruh untuk merespon dengan tegas sebagai bentuk perlindungan diri mereka. Sehingga makna kata kuffa>r adalah orang orang kafir saat itu yang memerangi kelompok Islam.
Copyrights © 2022