Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana kompetensi karyawan dan stimulus konflik mempengaruhi peningkatan kinerja karyawan di Shopee Jakarta. Kompetensi karyawan dipandang sebagai komponen kritis dalam mencapai tujuan organisasi, sementara konflik dilihat sebagai stimulan yang dapat mendorong kreativitas dan inovasi. Sebanyak 56 karyawan Shopee di Jakarta berpartisipasi dalam survei sebagai bagian dari metodologi penelitian kuantitatif. Teknik regresi linier berganda digunakan untuk mengevaluasi data guna menyelidiki hubungan antara variabel dependen (kinerja karyawan) dan variabel independen (kompetensi dan stimulus konflik).Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa stimulus konflik tidak memiliki dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kinerja karyawan. Di sisi lain, konflik yang konstruktif dapat mendorong karyawan untuk berpikir kritis dan menciptakan dinamika tim yang lebih positif. Sementara itu, kompetensi karyawan terbukti secara signifikan meningkatkan kinerja, karena karyawan yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai cenderung lebih efisien dalam menjalankan tugas mereka. Interaksi antara kompetensi karyawan dan stimulus konflik menciptakan sinergi yang memperkuat efek peningkatan kinerja.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa manajemen Shopee Jakarta harus merancang strategi untuk menangani konflik yang konstruktif dan mengembangkan inisiatif pengembangan kompetensi jangka panjang. Perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih dinamis dan kompetitif dengan memanfaatkan konflik sebagai alat untuk pengembangan dan stimulasi kompetensi karyawan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur manajemen sumber daya manusia dengan menekankan pentingnya menyeimbangkan kompetensi dan konflik untuk mencapai kinerja yang optimal.
Copyrights © 2024