Penggunaan bahan alami untuk menghasilkan biokomposit ramah lingkungan telah menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir, dengan salah satu fokus utama pada polivinil alkohol (PVA). PVA dianggap sebagai pilihan potensial untuk plastik ramah lingkungan karena dapat terurai secara alami. Namun, harga PVA yang relatif tinggi mendorong pengembangan biokomposit yang diperkuat dengan serat alami untuk menurunkan biaya dan meningkatkan kekuatan. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan Phytoplankton sebagai bahan penguat dalam biokomposit PVA. Phytoplankton, yang kaya akan protein, dikenal sebagai bioindikator kualitas air dan memiliki potensi besar sebagai bahan baku biopolimer untuk plastik ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Phytoplankton dapat mempengaruhi serapan air pada biokomposit. Pada PVA murni, serapan air meningkat secara konsisten dari 1,35% pada 30 menit hingga 8,90% pada 450 menit. Namun, penambahan Phytoplankton, baik 10 ml, 20 ml, maupun 30 ml, menyebabkan penurunan serapan air, dengan penurunan paling signifikan pada 30 ml. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin banyak penambahan Phytoplankton, semakin rendah kapasitas serapan air PVA. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai potensi Phytoplankton sebagai bahan penguat biokomposit dalam pengembangan plastik ramah lingkungan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025