Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman ibu mengenai pentingnya ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, serta meningkatkan keterampilan ibu dalam teknik menyusui yang benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan individual melalui pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner. Tahapan kegiatan meliputi evaluasi awal, edukasi dengan penyampaian materi, sesi tanya jawab, demonstrasi teknik menyusui, dan evaluasi akhir. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya ASI eksklusif serta kesiapan mereka dalam menerapkan praktik menyusui yang benar. Sebanyak 11 orang (55%) mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi, sementara 9 orang (45%) menunjukkan tingkat pengetahuan yang tetap. Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya dukungan keluarga, terutama peran suami dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Sebagai tindak lanjut, kader posyandu akan melakukan pemantauan rutin dan konseling laktasi bagi ibu menyusui, serta memperluas sosialisasi melalui media cetak dan digital. Dengan adanya edukasi berkelanjutan dan dukungan dari lingkungan sekitar, diharapkan angka pemberian ASI eksklusif di wilayah ini meningkat, sehingga risiko stunting dapat ditekan secara signifikan. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Edukasi, Ibu Menyusui, Stunting, Kesehatan Ibu Dan Anak
Copyrights © 2025